AYOJAKARTA.COM – Dampak gempa Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu salah satunya rusaknya bangunan rumah warga, oleh sebab itu pemerintah kini siapkan 200 rumah hunian tetap (huntap) bagi korban.
Sebanyak 200 rumah hunian tetap (huntap) tersebut akan dibangun pemerintah dalam upaya membantu korban warga terdampak gempa bumi di Cianjur.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Cecep S. Alamsyah pada konferensi pers update penanganan gempa bumi Cianjur.
Baca Juga: Benarkah Gempa Cianjur Memicu Gempa Megathrust 8,9 Magnitudo? Simak Penjelasannya di Sini!
“Akan disiapkan sebanyak 200 rumah instan sederhana, sehat, dan struktur tahan gempa,” ungkap Cecep menerangkan seperti dikutip AyoJakarta.com dari laman resmi BNPB pada Senin, 5 Desember 2022.
Hunian tetap akan diberikan bagi warga terdampak yang rumahnya mengalami rusak berat.
Bahkan menurut Cecep saat menunggu proses pembangunan rumah hunian tetap tersebut selesai, warga akan diberikan bantuan sebesar Rp500 ribu.
“Selama menunggu proses pembangunan huntap selesai, warga menerima dana tunggu hunian sebesar 500 ribu per Kepala Keluarga (KK),” tambah Cecep.
Baca Juga: Ancaman Bencana Pasca Gempa, BRIN: Letak Patahan Gempa Cianjur Bergeser dari Sesar Cimandiri
Pembangunan rumah hunian tetap tahap pertama ini berlokasi di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku di atas lahan 2,5 hektare.
Selain itu, pemerintah juga sudah mengusulkan daerah lain seluas 30 hektare di Kecamatan Mande untuk pembangunan tahap selanjutnya.
Diketahui update data terkini korban gempa Cianjur untuk meninggal dunia sebanyak 334 orang.
Masih terdapat warga yang hilang sebanyak 8 orang, dan kini masih dalam tahap pencarian.
Untuk korban yang mengalami luka berat menurut data sebanyak 593 orang dan tercatat yang hingga kini dirawat di rumah sakit karena kondisi luka berat sebanyak 49 orang.
Jumlah pengungsi kini tercatat sebanyak 41.166 KK, dengan total pengungsi 114.683 jiwa.
Untuk pengungsi penyandang disabilitas tercatat sebanyak 147 jiwa, ibu hamil sebanyak 1.640 jiwa, dan lansia 7.453 jiwa.
Dalam laporan untuk kerugian secara materiil yaitu rumah rusak berat itu bertambah dari 7.817 menjadi 8.151 yang sudah terverifikasi dan tervalidasi.
“Kemudian rumah rusak sedang dari 10.589 menjadi 11.210. Rusak ringan dari 17.195 menjadi 18.469. Kemudian fasilitas sekolah terdampak bertambah dari 518 menjadi 525, sementara tempat ibadah 269 unit, fasilitas kesehatan 14 unit, dan gedung kantor 17 unit,” tulis BNPB.***