AYOJAKARTA.COM - Gempa susulan yang melanda Kabupaten Cianjur sejak 21 November 2022 lalu hingga kini masih terus terjadi.
Meskipun kekuatan fluktuatif melemah secara umum dan frekuensi kejadiannya makin jarang namun masyarakat tetap harus mewaspadai gempa lain yang masih sering mengguncang.
Dikutip Ayojakarta.com dari akun Twitter @DaryonoBMKG, gempa bumi susulan terjadi sebanyak 387 kali sampai dengan hari Senin 5 Desember 2022 pukul 06.00.
Baca Juga: Terjadi Gempa Bumi Saat Mengemudikan Mobil, Simak Tips Langkah-langkah yang Sebaiknya Dilakukan!
Hingga Sabtu 3 Desember 2022 total korban meninggal mencapai 331 jiwa dan 8 orang masih belum ditemukan.
Namun hal yang dikhawatirkan justru bencana pasca gempa yang akan melanda salah satunya banjir bandang.
Dikutip dari akun YouTube Kompas (5/12/2022) BNPB dan BRIN menyampaikan bahwa ada ancaman bencana banjir bandang yang diakibatkan oleh longsoran tanah yang membentuk bendung alam sehingga menutupi hulu sungai.
Terdapat sepuluh Bendung alam yang ditakutkan akan menghambat jalannya air sungai menuju ke hilir saat musim hujan yang diperkirakan akan terjadi di bulan Desember.
"Jadi kita sekarang mencoba memitigasi potensi banjir bandang dilokasi longsoran-longsoran di daerah hulu ini supaya kita bisa bersihkan, supaya ketika mulai puncak musim hujan di Desember, Januari, Februari ini potensi banjir bandang bisa diminimalisasi," ucap Abdul Muhari (Kapusdatin Dan Komunikasi Kebencanaan BNPB).
Untuk itu nantinya Abdul Muhari mengatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan juga LHK untuk membersihkan longsoran guna meminimalisir bencana banjir bandang.
Selain itu peneliti pusat geoteknologi BRIN Nuraini Rahmah Hanifa menjelaskan ada lima hal yang diobservasi dari pantauan udara yang dilakukaknnya.
Diantaranya selain pemetaan titik longsor untuk mencegah banjir bandang adalah menganalisis sesar gempa Cianjur.
Nuraini mengatakan bahwa hasil dari pengamatan terlihat bahwa gempa Cianjur ini letak patahannya bergeser dari sesar Cimandiri.
Dari gempa yang terjadi, pertama gempa cianjur tersebut ternyata letaknya agak bergeser dari sesar Cimandiri," ucap Nuraini.
Ia mengatakan bahwa dirinya dan team sedang menginvestigasi mengenai sumber gempa atau sesar Cianjur yang sampai saat ini belum diketahui.
Dengan melihat pola lokasi patahan gempa, BRIN lebih mudah memahami strategi kebencanaan.***

Share this article
Terinfo bahwa gempa bumi susulan terjadi sebanyak 387 kali sampai dengan hari Senin 5 Desember 2022 pukul 06.00. BRIN berikan penjelasan