Pukul 04.00 pagi saya putuskan untuk segera keluar dari Jakarta, petunjuk Google Map, route tercepat Jakarta ke Surabaya via Pantura, 18 jam. Padahal semalam baru bisa istirahat pukul 01.00. Bener-bener kurang tidur. Alhasil baru dua jam perjalanan saya sudah sangat tersiksa dengan kantuk...sungguh sangat berbahaya. Beruntung, sepanjang perjalanan banyak toko retail yang menyediakan tempat duduk di halaman mereka. Jadi...saya bisa istirahat sejenak di situ.
Setelah sedikit segar, saya lanjutkan perjalanan. Tapi...baru satu jam kantuk itu datang lagi....hemmm sungguh menyiksa. Ini pelajaran luar biasa...bila harus melakukan perjalanan panjang, istirahatlah dengan cukup, karena ngantuk adalah penyebab utama kecelakaan, apalagi bagi pengendara motor.
Saya tidak tahu lagi apa yg harus saya lakukan untuk melawan kantuk ini, mata tidak bisa dirayu dan diobati dengan apapun. Hanya satu yang bisa dilakukan yaitu tidur. Dan akhirnya saya menyerah, begitu melihat tanah kosong sedikit luas dan rindang, segera saya berhenti dan parkir.
Sudah tidak peduli dengan apapun, langsung saya rebahkan diri dengan ransel dan helm tetap di badan dan terlelap diatas rerumputan. Hotel gratis di pinggir jalan, beralaskan rerumputan padang ilalang.
Hemmm nikmatnya, begitu nyaman, seperti di kamar sendiri. Tidak ada lagi was-was. Ternyata kelelahan yang amat sangat membuat tidur di manapun terasa nikmat. Baru kali ini saya dalam perjalanan tertidur di tempat sembarangan. (Yang ini jangan ditiru ya)
AYO BACA : Perjalanan Panjang di Balik Pendakian: 1.819,3 kilometer Menelusuri Pulau Jawa (3)
Mungkin saya tertidur sekitar satu jam, setelah merasa cukup, saya lanjutkan perjalanan. Ini adalah perjalanan yang sangat lambat dan menyiksa, menjelang sore, saya baru masuk ke gerbang Kota Cirebon. Waaah sungguh terhibur, karena di kiri kanan jalan, terlihat hamparan padi yang sangat luas dan panjang. Mungkin sekitar ±7 km. Semoga persawahan ini tidak berubah menjadi ladang betonan. Jalanan sangat lengang, aspalan halus dan lebar. Laju motor pun melesat kencang.
Sekitar pukul 20.00 saya sampai di Kota Pekalongan, kantuk berat mulai datang. Ini tidak bisa saya lanjutkan lebih jauh. Saya coba hubungi seorang teman yang sebenarnya tinggal di Kalimantan, tapi kadang-kadang berada di Semarang karena putrinya kuliah di kota itu.
Sebetulnya banyak teman-teman lainnya, tapi saya memilih menghubunginya. Dan ternyata kami berjodoh, pas dia baru saja sampai di Semarang. Jadi akhirnya saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan dan menemuinya. Pukul 22.00 sampailah saya, perjumpaan yang indah...kami ngobrol sebentar dan kami lanjut istirahat, mata dan tubuh saya terlalu lelah efek berhari-hari begadang saat di Jakarta.
Rindu itu belum cukup, pagi kami masih ngobrol, makan pagi bersama, dan baru pukul 02.00 siang saya pamit dan lanjut ke Surabaya. Menurut Google Map butuh waktu sekitar 9 jam. Via Caruban-Nganjuk-Jombang-Mojokerto hingga Surabaya.
Tgl 18 September 2019
AYO BACA : Perjalanan Panjang di Balik Pendakian: 1.819,3 Kilometer Menelusuri Pulau Jawa (2)
Kembali ke Surabaya
Mengikuti Petunjuk Google Map, jalan lancar, sekitar pukul 20.00 saya baru sampai di kota Nganjuk. Berhenti di warung kecil untuk pesan kopi, cangkirnya imut cantik, serasa di zaman dahulu. Sembari menikmati kopi yang rasanya nikmaaat, saya tanya pada ibu penjual, apakah ini memang jalan menuju Surabaya. Dan jawabnya "Betul, tapi ini jalan alternatif, gelap tapi sepi...pasti lancar bu".
Baiklah kalau begitu, saya tetap akan mengikuti petunjuk. Hemmm benar-benar gelap, kanan kiri hanya persawahan dan sedikit sekali saya temukan perkampungan, sesekali saya bertemu mobil dan motor yang lain.
Du du du Google Map ini, tahu aja kalau saya suka banget ketemu persawahan dan hutan-hutan, rasanya memang tenteram, rasa yang tidak bisa digambarkan dengan benar dan tepat.
Tapi kok ya segitunya akang Google ini, sudah gelap gulita pun, saya tetep di kasih jalur yg sama. Hahaha, uji nyali dikit-dikit deh...tapi tetep semangat, karena saya yakin selama saya berlaku benar maka semua yang saya lalui akan baik-baik saja dan selamat.
Dan akhirnya sampai juga saya di rumah, pada pukul 23.14 WIB. Spidometer tercatat 819,3 km, baru saya tahu ternyata odometer bila melebihi 1.000km, maka akan kembali pada angka 0
AYO BACA : Perjalanan Panjang di Balik Pendakian: 1.819,3 kilometer Menelusuri Pulau Jawa (1)