AYOJAKARTA.COM - Hingga hari ini sudah 11 hari berlalu sejak gempa bumi mengguncang Cianjur dengan kekuatan M5,6 dan meluluh lantakan rumah-rumah warga.
Masih banyak korban gempa Cianjur yang masih tinggal di dalam pengungsian dikarenakan masih khawatir ada bencana susulan dan juga banyak rumah warga yang tidak layak huni setelah gempa menerjang.
Terdapat banyak warga yang rumahnya mengalami rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat akibat guncangan yang diakibatkan gempa Cianjur.
Baca Juga: Pulihkan Trauma, Anak-anak Korban Gempa Cianjur Ikuti Konseling dari Polwan Polda Metro Jaya
Karena hal tersebut maka masih banyak warga yang harus tinggal di pengungsian bersama warga lainnya. Pada pengungsian bersama ini tentu saja privasi setiap orang menjadi sangat minim karena tenda dihuni oleh banyak orang.
Tidak hanya aktivitas keseharian warga yang terhenti karena status tanggap darurat bencana yang hingga kini masih diberlakukan oleh otoritas daerah setempat.
Kondisi ini tidak hanya megganggu ekonomi maupun psikologis warga pasca bencana, tetapi kebutuhan biologis warga ikut serta terganggu.
Baca Juga: Ini Dia 6 Kabar Hoaks Beredar di Tengah Penanganan Gempa Cianjur, Simak Selengkapnya di Sini!
Karena minimnya privasi yang dimiliki oleh warga korban gempa pada pengungsian maka menyulitkan pasangan suami istri untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.
Dilansir AyoJakarta dari kanal YouTube dTvi, didirikanlah tenda 'khusus' untuk memenuhi kebutuhan pasangan suami istri yang disebut dengan Tenda Sakinah.
Tenda Sakinah ini didirikan di Kampung Pasir Goong Kecamatan Cilaku, Cianjur. Diadakannya tenda ini khusus untuk pasangan suami dan istri.
Tenda ini berukuran 4x4 meter dan dilengkapi dengan sejumlah tempat tidur lipat dalam tenda yang dapat digunakan oleh warga.
Asal muasal tercetusnya ide Tenda Sakinah ini karena ada seorang perantauan Cianjur yang kembali dan mendapati rumahnya sudah ambruk karena gempa bumi yang membuatnya tidak memiliki tempat untuk melakukan aktifitas rumah tangga.
Adalah Ferry Firdaus, warga Cianjur yang menjadi inisiator Tenda Sakinah. Tenda ini bisa digunakan oleh warga yang membutuhkan.
Namun pada awal berdirinya tenda ini sempat mendapat pertentangan dari warga karena dinilai tabu. Maka timbullah ada pro dan kontra atas keberadaan Tenda Sakinah.
Terdapat warga yang menganggap tenda tersebut tidak patut untuk didirikan karena masih dalam suasana duka bencana alam.
Tapi pada akhirnya warga akhirnya memahami, mengingat status tanggap darurat bencana yang berlaku di Cianjur masih panjang dan belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.
Baca Juga: Terpopuler! Jakarta Harus Waspada! Ancaman Gempa Bumi Megathrust 8,9 SR hingga Tsunami 34 Meter
Terlebih untuk para warga yang rumahnya mengalami rusak berat, harus menunggu rumahnya dibangun kembali dari 0.
Dikabarkan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan terhadap warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa Cianjur.
Besaran bantuan yang akan diberikan pemerintah tergantung dari seberapa parah tingkat kerusakan rumah warga.***