AYOJAKARTA.COM - Persidangan kasus pembunuhan Brigadir J yang menyeret banyak nama seperti Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Ricky Rizal, hingga Kuat Maruf dan lainnya masih berlanjut.
Kasus yang bergulir di meja hijau ini masih disidangkan hingga penghujung 2022 dan memasuki agenda pemeriksaan saksi.
Bharada E diketahui mengajukan diri menjadi justice collaborator didampingi oleh pengacara Ronny Talapessy.
Dikutip ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews pada Rabu 30 November 2022, Ronny Talapessy mengungkapkan bahwa ada CCTV yang belum diungkap dalam persidangan.
Baca Juga: Susi ART Ferdy Sambo Sempat Pasang Status WA Sambil Menangis, Bharada E: ih Manusia Ini Kenapa?
Ronny Talapessy mengungkap ada seseorang yang mengambil CCTV di lantai 3 tempat kejadian perkara.
CCTV tersebut diungkap oleh Ronny Talapessy belum pernah dibahas dalam persidangan terkait kasus pembunuhan Brigadir J.
Sebelumnya, telah terjadi kasus pembunuhan yang menewaskan Brigadir J dan diduga didalangi oleh Ferdy Sambo.
Ferdy Sambo dengan berbagai skenarionya mencoba berkilah terkait perkara yang merenggut nyawa Brigadir J.
Namun, beberapa keterangan Suami Putri Candrawathi itu satu per satu mulai terpatahkan melalui para saksi.
Baca Juga: Bharada E Ungkap Alasannya Turuti Perintah Sambo: Kalau Ngga Brigadir J yang Mati, Saya yang Mati
Keterangan yang berbeda dari setiap saksi maupun terdakwa dalam kasus persidangan terkait pembunuhan Brigadir J membuat persidangan berjalan berlarut-larut hingga penghujung 2022.
Sehingga Ronny Talapessy menanyakan perihal CCTV lantai 3 yang menurutnya berperan penting untuk kliennya, Bharada E.
"Terkait CCTV kan yang belum pernah dibahas adalah CCTV yang ada di rumah lantai 3, ketika Ferdy Sambo memerintahkan Richard Eliezer ini sangat penting," tutur Ronny Talapessy.
Baca Juga: Netizen Menduga Krishna Murti Sindir Keras Ferdy Sambo, Ternyata Gara-gara Hal Ini
Sebab menurutnya, tak mungkin Ferdy Sambo yang dinilai pangkat tinggi naik ke atas untuk mengambil CCTV tersebut.
"Nggak mungkin seorang FS manjat-manjat naik ke atas untuk apa namanya, ambil CCTV tersebut," terang Ronny Talapessy.
"Kita mempertanyakan siapa yang membersihkan CCTV ini?" tanyanya penuh keheranan.
Harapannya, dapat ditemukan fakta-fakta baru yang nantinya akan memecahkan misteri kasus pembunuhan Brigadir J.
Sebelumnya, Ronny Talapessy menjadi viral terkait pernyataannya yang mengatakan bahwa jumlah peluru pembunuhan Brigadir J ada 12.
Ronny Talapessy menyampaikan jumlah peluru yang berada di pistol Bharada E saat itu.
"Terkait dengan peluru kita sudah sampaikan ya, bahwa saksi yang sebenarnya sudah dihadirkan sudah menjelaskan terkait peluru ada 12 peluru," kata Ronny Talapessy.***