News

Penuh Emosi, Bharada E Tak Kuasa Tahan Tangis Saat Peragakan Kembali Detik-Detik Brigadir J Dibunuh

Oleh: Winna Anaziah Rabu 30 Nov 2022, 15:42 WIB
Penuh Emosi, Bharada E Tak Kuasa Tahan Tangis Saat Peragakan Kembali Detik-Detik Brigadir J Dibunuh

AYOJAKARTA.COMRichard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E tak kuasa menahan tangis di persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J pada Rabu, 30 November 2021.

Bharada E sempat terisak, ketika memperagakan kembali detik-detik ia menembak Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo.

Diceritakan Richard Eliezer, Ferdy Sambo sempat meminta Yosua untuk berlutut di hadapannya.

Baca Juga: Bukan DKI Jakarta, Berikut Daftar 5 Provinsi dengan Kenaikan UMP Tertinggi, Cek Apakah Daerahmu Termasuk?

Selanjutnya, Hakim meminta Bharada E untuk memperagakan kembali detik-detik menembak korban.

“Bagamana cara saudara menembak,” tanya Hakim, dilansir dari Kompas TV pada Rabu, (30/11/2022).

Dikatakan Bharada E, ia menembak Brigadir J karena ada desakan dari suami Putri Candrawathi.

Mendapat perintah dari atasan, Richard langsung menembak Brigadir J dengan menutup mata.

Baca Juga: Kabar Gembira! Kemensos Siapkan Anggaran Untuk Tahun 2023, Bansos Apa Saja yang Akan Cair? Cek di Sini

“Saya keluarkan saja (senjata api), saya sempat tutup mata pertama kali tembakan pertama yang mulia,” ujar Richard.

Dengan mata memerah, dan berkaca-kaca Bharada E mengungkap Brigadir J terjatuh setelah ditembak.

“Saya melihat korban dan berhadapan, saya sudah tidak tahu arah tembakan itu, setelah itu korban jatuh di samping tangga,” tutur Richard.

Richard Eliezer menyebut almarhum sempat mengerang ‘aah’ setelah tertembak.

Selanjutnya, hakim mempertanyakan posisi almarhum saat akan ditembak oleh Richard Eliezer.

Baca Juga: 11 Link Download Kalender 2023 Lengkap dan Bisa Diedit

Diungkapkan Bharada E, bahwa Yosua pada saat akan ditembak posisinya tidak jongkok, namun hanya membungkuk, dengan tangan didepan dada.

“Posisinya itu gak jongkok yang mulia, cuman agak menurun saja yang mulia, baru tangannya didepan dada,” ungkap Bharada E.

“Seingat saya tiga sampai empat kali tembakan yang mulia,” lanjutnya.

Lebih lanjut Hakim meminta Richad untuk memperagakan kembali ketika Ferdy Sambo menembak korban.

“Bagaimana cara saudara FS menembak, coba saudara praktekan, korban dimana waktu itu,” ucap Hakim.

Baca Juga: Sambil Menahan Tangis, Ini Tanggapan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Soal Pertanyaan Ridwan Soplanit

Dengan penuh emosi, Bharada E memperagakan saat FS menembak Brigadir J yang sudah tergeletak.

“Habis korban jatuh, Pak FS ini langsung maju yang mulia, saya lihat dia pegang senjata, dia kokang senjata dulu, dia sempat tembak ke arah almarhum dengan kedua tangan,” jawab Richard.***

Reporter Winna Anaziah
Editor Vincensia Enggar Larasati