News

Susanto Ungkap Kondisi Putri Candrawathi Pasca Brigadir J di Tembak, Warganet: Hadeh Melebihi Suzana!

Oleh: Dyah Arum Ratri Senin 28 Nov 2022, 18:22 WIB
Susanto Ungkap Kondisi Putri Candrawathi Pasca Brigadir J Di Tembak, Warganet: Hadeh Melebihi Suzana!

AYOJAKARTA.COM – Sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J kembali digelar pada hari ini.

Sidang lanjutan hari ini digelar untuk terdakwa Bharada E, Bripka RR dan Kuat Maruf.

Agenda dalam sidang lanjutan yang keenam hari ini adalah mendengarkan keterangan para saksi.

Baca Juga: Keren! Farel Prayoga Berangkat Sekolah Menggunakan Jet Pribadi

Total ada 17 saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan hari ini, salah satunya para terdakwa obstruction of justice.

Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @LeonSinaga pada (28/11/22), banyak fakta baru yang muncul dari keterangan para saksi yang dihadirkan dalam sidang hari ini.

Salah satunya adalah terungkapnya kondisi Putri Candrawathi yang juga merupakan salah satu dari terdakwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir J pada saat dimintai keterangan.

Hal tersebut diungkapkan oleh saksi yang bernama Susanto Haris yang merupakan mantan Kasat Reskrim Metro Jaksel.

Baca Juga: Dihujat dan Dihina Netizen, Denise Chariesta Tidak Dendam Justru Berterimakasih

Susanto Haris menuturkan kala itu ia diberi tugas untuk meminta keterangan dari Putri Candrawathi terkait kejadian yang sebenarnya.

Akhirnya Susanto Heri berangkat menuju rumah Saguling dengan Brigjen Benny Ali menggunakan mobil Provos.

“Kami ketahui karena ada anggota yang mau WA jam 18.17 WIB kemudian ayo to kita harus tahu cerita sesungguhnya meminta keterangan interogasi awal Ibu, kemudian kami berangkat ke Saguling dengan mobil Provos dengan Pak Karoprovos, diantar Pak FS dengan mobil terpisah masing-masing sampai di Saguling sekitar 5 menit,” ujar Susanto Haris.

Tiba di rumah Saguling, Susanto Haris lantas menceritakan jika Brigjen Benny Ali menanyakan kepada Putri Candrawathi kejadian yang sesungguhnya.

Baca Juga: Link Live Streaming Piala Dunia 2022 Ghana vs Korea Selatan Malam Ini Pukul 20.00 WIB, Klik di Sini!

Namun saat itu Putri Candrawathi diinformasikan memberikan keterangan dengan terpotong-potong sambil terus menangis dan berhenti berulang kali.

“Kemudian Pak Benny Ali menanyakan kepada Ibu, Bu apa kejadian yang sesungguhnya? Begitu dia cerita bahwa baru pulang dari Magelang kemudian saya sedang istirahat nangis, kemudian berhenti Pak Karoprovos, ditanya lagi sebenarnya ada kejadian apa Bu? Saya sedang istirahat ada yang masuk, nangis lagi berhenti lagi,” jelas Susanto Haris.

Susanto Haris masih melanjutkan ceritanya tentang kondisi Putri Candrawathi kala itu dengan mengatakan sebagai berikut, “Iya Pak Brigjen Benny Ali nanya kemudian yang bersangkutan mulai cerita saya teriak Pak karena ada yang masuk teriak manggil saya lupa manggil ke Richard atau manggil Ricky Ibu ngomongnya,tapi berhenti lagi nangis kemudian saya disentuh oleh Pak Karoprovos”

Baca Juga: Bharada E, Bripka RR dan Kuat Maruf Dipertemukan dalam Sidang, Warganet Justru Gagal Fokus Pada Hal Ini

Melihat kondisi Putri Candrawathi kala itu, Brigjend Benny Ali lantas menegur Susanto Haris dengan mengatakan seperti berikut, “Ya sudah To trauma nih kita gak bisa ngambil keterangan secara banyak akhirnya kami kembali ke TKP pukul 6.25 WIB”

Namun warganet justru menyebut jika kondisi Putri Candrawathi sesuai yang diceritakan oleh Susanto Haris kala itu bukan trauma namun justru dianggap akting.

Seperti warganet pemilik akun Reni Kaniasari yang menuliskan, “Berhenti nangis berhenti nangis…pas berhenti itu sambil mikir skenario…traumanya karena lihat Joshua meninggal kayaknya”

Warganet pemilik akun Nisa 777 juga berkomentar sama, “Kalau jadi pemain sinetron ajdi juara 1 PC”

Baca Juga: Perang Bintang Polri Makin Panas: Hendra Kurniawan dan Ferdy Sambo Buka Suara Terkait Tambang Ilegal 

Hal senada juga dituliskan warganet pemilik akun Afiajhan, “Cocok jadi pemain sinetron”

Bahkan warganet pemilik akun Agnes.Clinton sampai membandingkan Putri Candrawathi dengan Suzanna, “PC akting melebihi Suzana” ***

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Vincensia Enggar Larasati