News

Harta, Tahta, dan Fakta Ferdy Sambo yang Selalu Selangkah Lebih Unggul

Oleh: Awit Wiarni Jumat 25 Nov 2022, 18:43 WIB
Harta, Tahta, dan Fakta Ferdy Sambo yang Selalu Selangkah Lebih Unggul

AYOJAKARTA.COM - Saat ini sudah memasuki pekan keenam proses hukum kasus pembunuhan Brigadir J atau Yosua.

Lamanya proses hukum yang berlangsung kemudian dikaitkan dengan harta dan tahta yang dimiliki oleh Ferdy Sambo sebagai terdakwa.

Selama proses hukum berjalan, Martin Lukas Simanjuntak sebagai kuasa hukum keluarga Brigadir J khawatir dengan kekuatan harta dan tahta yang dimilki oleh Ferdy Sambo.

Baca Juga: Geger! Anak Sulung Ferdy Sambo, Trisha Eungelica Beri Kesaksian Tentang Kejadian yang Sebenarnya, Ternyata…

Diketahui bahwa Ferdy Sambo memiliki harta kekayaan dalam jumlah banyak.

Namun menurut Martin Lukas Simanjuntak, kekayaan Ferdy Sambo perlu diteliti kembali apakah merupakan harta yang legal atau tidak.

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas Tv pada Jumat (25/11/2022) pendapat Martin Lukas Simanjuntak tentang kekuatan harta dan tahta muncul karena adanya fakta perbedaan yang cukup jauh antara pendapatan yang diperoleh Ferdy Sambo dan jumlah pengeluarannya.

Baca Juga: Atmosfer di Persidangan Kasus Ferdy Sambo Berubah, Usai Jaksa Erna Normawati Mendadak 'Hilang'

“Sebagai contoh, bagaimana orang ini bisa memberikan uang kepada ajudan, yang menurut versi dari Ferdy Sambo untuk 3 dapur, dan masing-masing 200 juta. Sedangkan dia punya pendapatan yang kita tahu hanya 35 juta,” kata Martin menjelaskan.

“Jadi dari segi resources kekayaan saya yakin beliau memiliki uang yang cukup banyak,” tambahnya.

Selain itu, Martin meyakini sampai saat ini Ferdy Sambo masih memiliki kuncian karena dikelilingi oleh jaringan yang mendukung.

Baca Juga: Ronny Talapessy Curi Start Buyarkan Strategi Pengacara Ferdy Sambo!

“Nah lalu yang kedua, kekuasaan. Kekuasaan memang yang bersangkutan sebagai  Kadiv Propam sudah dicabut, tapi bukan berarti yang bersangkutan punya networking itu semuanya serta-merta hilang,”

Mengingat Ferdy Sambo pernah menjabat menjadi Kadiv Propam maka pastilah jaringan yang dimiliki olehnya tidak main-main. Dapat diduga dirinya memiliki jaringan yang sangat kuat di belakang meja persidangan.

 “Bahwa uang dan networking itu memungkinkan saja untuk seseorang ataupun satu kelompok mendapatkan privilage dalam sistem hukum kita,” ungkap Martin.

Baca Juga: Ronny Talapessy Curi Start Buyarkan Strategi Pengacara Ferdy Sambo!

Martin Lukas Simanjuntak juga berpendapat bahwa Ferdy Sambo memiliki kuncian dan kartu truf yang mungkin disembunyikan dalam buku hitam catatan yang selalu dibawa oleh Ferdy Sambo.

Menurut pengamatannya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tidak diperlakukan sama dengan para terdakwa yang lain.

“Saya melihat ya, ketika pada saat Ferdy Sambo itu tahap 2 di kejaksaan. Lihat terdakwa atau tersangka yang lain itu diekspose oleh media, bahkan cara melepas maskernya itu seperti mereka ini semua orang biasa. Namun ketika Ferdy Sambo dan PC tidak diperlakukan sama,” kata Martin.

Baca Juga: Adzan Romer Ungkap Senjata HS Milik Ferdy Sambo, Penasihat Hukum Ketar-ketir dan Langsung Minta Ini ke Hakim

Tidak hanya itu, selama proses hukum berjalan yang saat ini sudah memasuki pekan keenam, Martin juga memperhatikan gerak-gerik saat persidangan.

“Cara menanya majelis hakim, ini dengan hormat bukan saya menuduh atau apa, tapi ketika berbicara terhadap para terdakwa ini juga pendekatannya juga berbeda ya,”

Terlepas dari pengamatan dan pendapat yang telah disampaikan oleh Kuasa Hukum keluarga Yosua, Martin memahami jika itu semua tidak dapat dijadikan suatu acuan untuk dugaan-dugaannya.

Baca Juga: Akhirnya Ferdy Sambo Salahkan Istrinya Putri Candrawathi di Persidangan, Keluarga Saya Itu Sangat....

“Namun memang saya paham ini tidak bisa dijadikan acuan terhadap adanya dugaan-dugaan tertentu. Namun dua hal tadi yang saya tegaskan bahwa uang dan networking itu memungkinkan saja ya,”

Antara harta dan tahta yang diduga dimiliki oleh Ferdy Sambo ini lantas memberikan fakta bahwa bisa saja Ferdy Sambo sudah berada satu langkah lebih unggul.***

Reporter Awit Wiarni
Editor Desi Kris