News

Akui Kena Prank Ferdy Sambo, Tetangga Akhirnya Ungkap Hal Penting di Persidangan: Ini Fakta!

Oleh: Putri Ratnasari Jumat 25 Nov 2022, 11:05 WIB
Akui Kena Prank Ferdy Sambo, Tetangga Akhirnya Ungkap Hal Penting di Persidangan: Ini Fakta

AYOJAKARTA.COM---Mantan Kasat Reskrim Polda Metro Jakarta Selatan, Ridwan Soplanit merupakan tetangga Ferdy Sambo.

Ridwan Soplanit diketahui menjadi penyidik pertama yang datang ke rumah Ferdy Sambo usai Brigadir J tewas.

ART Ferdy Sambo saat itu diperintahkan untuk memanggil Ridwan Soplanit agar datang di rumah dinasnya, di Duren Tiga.

Ridwan pun bergegas ke rumah Ferdy Sambo kala itu.

Baca Juga: Ternyata Bukan Hakim, Otto Hasibuan Sebut Hanya Orang Inilah yang Bisa Menuntaskan Kasus Ferdy Sambo

Sesampainya di rumah Sambo, Ridwan mengatakan sempat terkena skenario palsu terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, yakni Ferdy Sambo.

Ridwan Soplanit mengatakan dirinya menjadi korban prank Ferdy Sambo terkait pelecehan kepada Putri Candrawathi.

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Ridwan menuturkan saat itu dirinya merasa tertekan karena diintervensi.

Baca Juga: Dalam Persidangan, Ferdy Sambo Kesal Terhadap Istrinya Putri Candrawathi, Sebut Tidak Patuh, Gara-gara Ini!

Dia juga merasa sebagai korban, karena terkena prank dari Ferdy Sambo.

Karena skenario palsu Sambo itulah, kini Ridwan Soplanit merasa dirugikan olehnya.

"Waktu terlalu cepat untuk saya bisa, terkecuali saya mengetahui peristiwa dan saya mulai dari awal, langkah-langkah saya sudah pasti," terang Ridwan Soplanit.

"Ini kan saya datang jug akan saya sebagai korban juga, iya kan saya di prank juga kalo saya bilang," tutur Ridwan.

Kemudian Ridwan pun mengatakan, dia datang ke persidangan untuk mewakili Institusi untuk menceritakan fakta sebenarnya.

Baca Juga: Pasca Penembakan Brigadir J, Ferdy Sambo Sebut Akan Pertaruhkan Pangkat dan Jabatan Demi Bela Richard Eliezer!

"Kan dari awal persidangan ini saya sudah menceritakan ini, karena saya anggap ini etika persidangan, saya menceritakan bukan meyakinkan hakim, tapi saya sebagai saksi verbal lisan, mewakili Institusi saya menceritakan fakta," lanjutnya.

Belakangan ini kembali terungkap, Brigadir J menghembuskan nafas terakhir karena ditembak, dan bukan karena adanya baku tembak di rumah dinas di Duren Tiga, Jakarta.

Berdasarkan informasi, peristiwa penembakan itu dilakukan oleh Ferdy Sambo dan Bharada E.***

Reporter Putri Ratnasari
Editor Kiki Dian Sunarwati