News

Pegawai Koperasi Terancam di Penjara Usai Bongkar Kematian Keluarga Kalideres, Begini Faktanya

Oleh: Tim AYO 08 Kamis 24 Nov 2022, 13:02 WIB
Terkini! Fakta Harta Korban Meninggal di Kalideres yang Hilang, Tak Hanya Mobil, Polisi Berhasil Temukan Barang Lain yang Dijual

AYOJAKARTA.COM - Terdapat unggahan yang viral dimana menjelaskan jika pegawai koperasi yang menjadi saksi Keluarga Kalideres meninggal sejak Mei dipenjara.

Informasi tersebut diunggah lewat Youtube dengan nama pengguna UP INPO pada Selasa, (22/11/2022).

"2 HP ini Akhirnya Jadi Bukti Kematian, Pegawai Koperasi Terancam di Penjara," tulis narasi pada thumbnail video.

Gambar pada thumbnail memperlihatkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dan satu orang berpakain baju tersangka berwarna orange. Terdapat juga gambar handphone keluaran jaman dulu.

Baca Juga: UMK Karawang dan UMK Bekasi Tahun 2023 Berpotensi Tembus Angka 5 Juta Rupiah, DKI Jakarta Menyusul di Bawahnya

Apakah informasi pada video Youtube UP INPO benar?

Berdasarkan penelusuran tim pencari fakta suara.com, klaim pada video yang di posting adalah salah.

Fakta pada video, tidak ada keterangan dari pihak kepolisian yang menyatakan bahwa petugas koperasi terancam di penjara. Hanya ada suara narator yang mengatakan hal tersebut tanpa memperlihatkan buktinya.

Dikabarkan sebelumnya, terdapat saksi mata yang menyaksikan hal janggal. Saksi mata ini berjumah 3 orang yang terdiri dari mediator jual beli rumah dan karyawan koperasi simpan pinjam.

Korban meninggal dalam kasus ini terdiri dari suami istri Rudyanto Gunawan (71 tahun) dan Renny Margaretha Gunawan (68 tahun), anaknya yaitu Dian Febbyana Apsari Dewi (42 tahun) kemudian yang terakhir adik dari Rudyanto yaitu Budyanto Gunawan (69 tahun).

Keempat jasad mereka ditemukan di lokasi yang berbeda-beda. Mayat Rudyanto ditemukan terlebih dahulu di kamar belakang, kemudian mayat Margaretha ditemukan di kamar depan dengan dugaan sudah meninggal lebih dulu karena kondisi mayat yang sudah mengering.

Baca Juga: Pencairan PKH Tahap 4 Lebih Mudah, Cek di Sini!

Kemudian mayat Dian ditemukan di depan kamar dan mayat Budyanto ditemukan di ruang tamu. Ketika ditemukan, kedua jasad ini sedang dalam proses pembusukan.

Diketahui bahwa korban Budyanto sebelumnya berniat ingin menjual rumah Kalideres itu dengan harga 1,2 miliar rupiah.

Namun karena rumah tidak kunjung terjual maka Budyanto memutuskan untuk menggadai sertifikat rumah ke koperasi simpan pinjam.

Lantas pada saat mediator jual beli rumah dan karyawan koperasi simpan pinjam datang ke rumah mereka untuk melakukan pengecekan, ditemukan Renny terbaring di dalam kamar sudah menjadi mayat.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi di Di Polda Metro Jaya, Senin (21/11/2022).

“Dibangunkan untuk mengecek sertifikat ini, dipegang-pegang ini agak gembur, agak curiga. Tanpa sepengetahuan Dian, salah satu korban, pegawai koperasi simpan pinjam ini menghidupkan flash Hpnya. Begitu dilihat, langsung yang bersangkutan teriak takbir “Allahu Akbar’. Ini sudah mayat,” kata Hengki.

Baca Juga: Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Diduga Mendapatkan Perlakuan Istimewa, Begini Pengakuan Martin Simanjuntak

Namun Dian, yang merupakan putri dari Renny membantah bahwa ibunya sudah meninggal. Dian mengaku masih menyuapi ibunya dengan susu dan menyisir rambutnya.

“Saat pegawai koperasi di dalam kamar menyampaikan bahwa ibunya sudah jadi mayat, Dian jawab ibu saya masih hidup, tiap hari saya berikan minum susu sambil disisir rambutnya rontok semua,” tutur Kombes Hengki.

Kejadian ini terjadi sudah cukup lama yaitu pada tanggal 13 Mei 2022. Ketiga saksi yang sedang berada pada rumah korban saat itu segera keluar dari rumah begitu mengetahui kejanggalan keluarga tersebut.

“Di tanggal 13 Mei. Kemudian langsung keluar, yang bersangkutan tidak ingin lagi melanjutkan proses gadai ini pinjam uang ini. Langsung mengajak keluar dua saksi yang lain segera keluar,” ucap Kombes Hengki.

Baca Juga: Ikut Kajian Subuh Ustaz Abdul Somad, Daniel Mananta: Gue Pengen Membangun Hubungan dengan UAS

Namun salah satu korban, yaitu Budyanto mengejar salah satu saksi dan meminta mereka untuk tidak menceritakan tenang Renny kepada polisi, RT maupun warga lainnya.

“Salah satu saksi ini dikejar oleh Budyanto. ‘Tolong pak jangan sampai dilaporkan ke polisi, jangan dilaporkan pihak RT atau keluarga sini, tolong’. Dan ternyata memang tidak dilaporkan. Ini yang kami sesalkan,” jelas Kombes Hengki menceritakan kembali kronologinya.

Sampai saai ini pihak berwajib masih mendalami kasus untuk mengetahui motif tewasnya empat orang keluarga di Kalideres.***

Reporter Tim AYO 08
Editor Dian Naren