AYOJAKARTA.COM - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir J setelah sempat ditunda sepekan.
Pada sidang yang digelar Senin (21/11/2022), dihadirkan tiga terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J yaitu Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Maruf.
Sidang lanjutan ini masih beragendakan pemeriksaan saksi dengan menghadirkan 10 saksi dari anggota kepolisian.
Satu di antaranya adalah AKBP Ridwan Soplanit yang merupakan mantan Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan.
Baca Juga: Bikin Ngiler, Biaya Hidup Keluarga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sampai Rp200 Juta
Sidang bahkan sempat terhenti beberapa jam akibat gempa yang terjadi di Cianjur dan guncangannya terasa hingga Jakarta Selatan.
Dikutip ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews pada Rabu (23/11/2022), dalam sidang tersebut Ridwan Soplanit mengaku mendapat intervensi dari Ferdy Sambo saat melakukan olah TKP kasus pembunuhan Brigadir J.
Menurut pengakuan Ridwan Soplanit, ini adalah pertama kalinya ia mendapat intervensi selama bertugas di kepolisian.
Baca Juga: Penuh Keheranan, Ronny Talapessy Sebut Satu Pistol Richard Eliezer Ada 3 Jenis Peluru, Kok Bisa?
Terkait bentuk intervensi yang dilakukan Ferdy Sambo kepada penyidik di antaranya tidak boleh ramai-ramai dan dilarang terlalu keras atau kencang dalam menginterogasi Bharada E.
"Memang dari penanganan awal memang yang tadi saya bilang ke TKP tidak boleh rame-rame dan ada beberapa penyidik saya yang melakukan interogasi juga ada penekanan atau larangan untuk tidak boleh terlalu keras dan kencang," kata Ridwan Soplanit.
"Waktu itu dari Pak FS ke Kanit saya waktu itu. Saya juga ada di TKP saat itu, pada saat interogasi Bharada E," tambahnya.
Ridwan Soplanit menjelaskan intervensi Ferdy Sambo ini terjadi saat Kanitnya sedang menginterogasi Bharada E dan dirinya pun ada di situ pada saat itu.
Ferdy Sambo datang dan kemudian menyampaikan ke penyidik agar tidak terlalu keras dalam menginterogasi Bharada E.
"Persis saya ada di situ dan Kanit saya dia melakukan interogasi terhadap Bharada E kemudian Pak FS saat itu datang kemudian menyampaikan ke dia untuk ditanyakan nggak usah terlalu keras-keras," pungkasnya.***