AYOJAKARTA.COM - Salah satu terdakwa dalam kasus pembunuhan Brigadir J yakni Richard Eliezer (Bharada E) diketahui kini berbalik melawan Ferdy Sambo, atasannya.
Richard Eliezer atau Bharada E diketahui mulai membongkar skenario pembunuhan yang didalangi Ferdy Sambo, suami Putri Candrawathi tersebut.
Hal itu bermula saat Bharada E menyebut bahwa peristiwa penembakan yang menewaskan Brigadir J adalah perintah dari Ferdy Sambo.
Langkah ini yang akhirnya menjadi awal Richard Eliezer berbalik arah melawan Sambo, dengan membongkar fakta skenario tembak-menembak.
Kuasa Hukum Bharada E, Ronny Talapessy mengungkapkan alasan kliennya yang kini berbalik melawan terdakwa Ferdy Sambo.
Baca Juga: Sidang Lanjutan Ferdy Sambo CS Ditunda, Martin Lukas Simanjuntak Sebut Alasannya Tidak Rasional!
Dikutip ayojakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV pada Minggu (13/11/2022), nampak Ronny mengungkap alasan Bharada E yang melawan balik Ferdy Sambo.
Menurutnya, langkah yang diambil oleh Eliezer ini merupakan bentuk penebusan dosa terhadap mendiang Brigadir J dan Keluarganya.
"Mengenai perbuatannya (Eliezer) saya mengaku semuanya ini bagian dari rasa penebusan dosa saya terhadap almarhum Yosua dan keluarganya," ungkap Ronny Talapessy.
Menurutnya, Richard Eliezer merupakan sosok anak yang jujur, taat beribadah dan mandiri.
"Karena Richard ini memang profilnya anak yang jujur, rajin beribadah saya bertemu keluarganya dari keluarga yang hangat, dia itu mandiri dan sekolah biaya sendiri, dia masuk polisi usaha sendiri sampai ujian keempat baru masuk polisi," tambahnya.
Kemudian Ronny juga menceritakan sebab awal mengapa Eliezer kemudian berbalik arah membongkar dalang dari pembunuhan Brigadir J tersebut.
Kuasa Hukum Bharada E, Ronny Talapessy mengungkapkan bahwa sebelumnya Richard Eliezer selalu dalam kawalan Sambo.
Ketika itu dirinya bertemu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sehingga Richard Eliezer di bawah tekanan untuk tidak mengungkap kebenaran.
"Waktu masih skenario itu si Richard masih dijaga sama Ferdy Sambo, kemudian waktu menghadap Pak Kapolri, itu Richard masuk ke dalam ketemu Pak Kapolri di luarnya di depan pintu ada Ferdy Sambo," ujar Ronny.
"Dari depan dia sudah terintimidasi 'kamu bicara sesuai dengan," tambahnya.
Oleh sebab itu, Richard Eliezer saat masuk ke dalam merasa ketakutan, hingga enggan berkata jujur untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Dirinya pun mengungkapkan bahwa dengan ketakutan yang dirasakan oleh Richard, diketahui dia masih sempat menghubungi keluarga dan juga kekasihnya.
Bharada E sempat berpesan kepada mereka apabila terjadi sesuatu padanya untuk agar diikhlaskan saja.
"Jadi ada rasa ketakutan dari Richard, dia sempat menghubungi keluarganya bapak mamanya, dia udah menghubungi pacarnya. Kalau terjadi apa-apa dengan saya sudah ikhlaskan saya tidak usah cari lagi," tandas Ronny.
Karena rasa bersalah yang besar terhadap Brigadir Joshua inilah yang membuat hati Richard Eliezer tergerak.
Kemudian berani untuk berkata jujur mengungkapkan fakta sebenarnya di balik skenario Ferdy Sambo.
Karena menurut Bharada E, sebelum tragedi penembakan itu Ferdy Sambo memang telah merencanakan untuk menghabisi nyawa Joshua di kediamannya Duren Tiga.
Dengan dalih bahwa Ferdy Sambo diliputi rasa amarah karena pelecehan terhadap istrinya, Putri Candrawathi.
Meski hingga kini, Ferdy Sambo pun belum memberikan satupun bukti kuat dalam persidangan untuk membuktikan asumsinya tersebut.***