News

Update Tragedi Kanjuruhan, Polisi Gelar Otopsi 2 Jenazah Suporter Arema Asal Bululawang

Oleh: Nisrina Harum Lestari Sabtu 05 Nov 2022, 19:23 WIB
ilustrasi !Tindak lanjut Tragedi Kanjurihan , kepolisian kini melakukan Otopsi terhadap 2 Jenazah Korban!

AYOJAKARTA.COM-Sudah satu bulan lebih sejak tragedi Kanjuruhan, Malang terjadi. Dalam tragedi tersebut nyatanya menewaskan ratusan korban jiwa di dalam sebuah arena pertandingan sepak bola Indonesia.

Meski begitu proses penyelidikan masih juga didalami oleh pihak kepolisian untuk menemukan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam insiden pada Sabtu malam (1/10/2022) itu.

Baca Juga: Laporan Investigasi Tragedi Kanjuruhan Sudah di Tangan, Mahfud MD: Tersangka Jangan Berhenti di 6 Orang Ini

Kini dikabarkan terdapat dua jenazah suporter Arema FC akan diotopsi di TPU Dusun Pathuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Dua korban tersebut adalah NDR (16) dan NDB (13) anak perempuan dari DAY (41), yang tidak lain merupakan salah satu suporter Aremania asal Bululawang, Malang.

Baca Juga: Arema FC Dukung Percepatan KLB PSSI Soal Presiden Klub Akan Dibahas Bersama Direksi

Berdasarkan kutipan Ayojakarta.com dari Republika.co.id  dalam artikel 2 Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan Diautopsi pada Sabtu (5/11/2022) disebutkan mengenai keterangan yang didapatkan dari Polda Jatim terkait langkah yang dilakukan tersebut.

Diketahui otopsi telah dilaksanakan pada beberapa hari yang lalu, proses kegiatan tersebut telah berjalan secara aman dan lancar.

Baca Juga: Terungkap! 45 Tembakan Gas Air Mata Dilontarkan Aparat pada Tragedi Kanjuruhan

"Selain itu juga membantu menyiapkan sarana sarana yang diperlukan oleh tim dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) wilayah Jawa Timur, yang dipimpin langsung oleh Ketua PDFI Jatim, Dokter Nabil," ucap Kombes Pol Dirmanto, Kabid Humas Polda Jatim.

Selain itu, Polda Jatim juga turut membantu menyiapkan sistem keamanan di area makam kedua jenazah tersebut.

Baca Juga: 100 Saksi Sudah Diperiksa, Siapa Nama Tersangka Baru Tragedi Kanjuruhan?

Berdasarkan keterangan yang didapatkan, proses otopsi tersebut dilakukan karena mendapat permintaan dari pihak penyidik berupa surat permintaan Visum Epertum kepada Ketua Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) wilayah Jawa Timur, yang dipimpin oleh Ketua PDFI Jatim, Dokter Nabil Bahasuan.

Kemudian, atas permintaan tersebut PDFI cabang Jatim membentuk tim independen yang terdiri dari 2 penasehat 6 operator, yang diketahui berasal dari tiga elemen institusi pendidikan kedokteran dan empat dari fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Gilang Juragan 99 Resmi Mundur dari Arema, Hastag Respect Banjiri Kolom Komentar Media Sosialnya

"Pertama institusi pendidikan Fakultas Kedokteran Hang Tuah Surabaya, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya dan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang, kemudian dari Faskes, RSUD Kabupaten Kanjuruhan, RSUD dr Soetomo, RSUD Sarifah Bangkalan dan RS pendidikan Unair," ujar Dokter Nabil.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Kiki Dian Sunarwati