AYOJAKARTA.COM - Beka Ulung Hapsara selaku Komisioner Komnas HAM menyampaikan hasil investigasinya terkait Tragedi Kanjuruhan.
Diduga terdapat 45 tembakan gas air mata yang disampaikan dalam konferensi pers hari ini terkait hasil investigasi Tragedi Kanjuruhan.
Dugaan tersebut dibuktikan melalui kompilasi video saat kejadian Tragedi Kanjuruhan yang diamati Komnas HAM.
Baca Juga: Brigadir J Dianiaya Sebelum Dieksekusi, Pihak Keluarga Sampaikan ini
Beka Ulung Hapsara menyampaikan kronologi penembakan gas air mata yang dilakukan Brimob di Stadion Kanjuruhan.
Ia menyebutkan awalnya ditembakkan gas air mata sebanyak 11 kali, dimana satu kali tembakan berisi 1 sampai 5 amunisi.
"Dari pukul 22:08:59 sampai 22:09:08, Brimob 11 kali menembakan gas air mata ke arah suttle ban selatan lapangan, setiap tembakan berisi 1 sampai 5 amunisi gas air mata," ujar Beka Ulung Hapsara.
Setelah penembakan itu, Brimob juga melakukan penembakan kembali bahkan hingga sejumlah 24 kali penembakkan.
Baca Juga: November Jadi Pertarungan antara Black Panther dan Sri Asih, Jangan Lewatkan Filmnya!
"Aparat kembali menembakan gas air mata pada pukul 22:11 hingga pukul 22:15 diperkirakan gas air mata ditembakkan 24 kali," jelas Beka Ulung.
Beka Ulung juga menyampaikan hasil amatan dari video bukti bahwa terlihat 30 amunisi yang ditembakkan.
"Jumlah amunisi yang terlihat dalam video sebanyak 30 amunisi yang bersumber dari 10 tembakan," ungkap pria berkacamata tersebut.
Berdasarkan hasil investigasi, Komnas HAM menyimpulkan total gas air mata yang ditembakkan ke stadion saat Tragedi Kanjuruhan sebanyak 45 kali.
"Diperkirakan gas air mata ditembakkan di dalam stadion pada peristiwa ini sebanyak 45 kali," ungkap Beka Ulung.
Dari total 45 tembakan diantaranya 27 tembakan jelas terlihat dalam video bukti yang diamati Komnas HAM.
"27 tembakan terlihat dalam video, kami mengkompilasi semua video yang ada," ujar Beka Ulung.
Sementara dugaan 18 tembakan lainnya berdasarkan suara tembakan yang terdengar dari video tersebut.
"Dan kemudian 18 lainya terkonfirmasi terdengar dari suaranya, suara tembakan", ujar Beka Ulung kepada media.***

Share this article
Buntut tragedi Kanjuruhan kasus hukum dan pemeriksaan terus dilakukan, terungkap ada 45 tembakan gas air mata dilontarkan aparat.