AYOJAKARTA.COM - Detik-detik terakhir Brigadir J sebelum tewas dibunuh ternyata terekam CCTV.
Hal ini ditunjukkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Agus Nurpatria pada Kamis (27/10/2022).
Dalam tangkapan rekaman CCTV yang ditunjukkan JPU tersebut, Brigadir J diketahui masih hidup.
Lantas apa yang dilakukan Brigadir J di detik-detik terakhir hidupnya?
Dikutip ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews pada Minggu (30/10/2022), Brigadir J saat itu terlihat berada di depan rumah dinas Ferdy Sambo.
Rekaman CCTV Brigadir J masih hidup tersebut bahkan sempat membuat terdakwa AKBP Arif Rachman gemetar.
Berdasarkan tangkapan CCTV, Brigadir J yang mengenakan kaus putih itu terlihat sedang berada di taman depan rumah dinas Ferdy Sambo.
Situasi ini terekam hanya beberapa menit sebelum ia akhirnya tewas dibunuh.
Yaitu pada tanggal 8 Juli 2022 pukul 17.12 WIB.
Gambar inilah yang membuat salah satu terdakwa kasus obstruction of justice, AKBP Arif Rachman gemetaran.
Hal ini diketahui dalam surat dakwaan jaksa yang disampaikan dalam sidang pada Rabu (19/10/2022)
Tangkapan rekaman CCTV tersebut sekaligus membantah keterangan Ferdy Sambo.
"Saksi Chuck Putranto bersama dengan saksi Arif Rachman Arifin, saksi Baiquni Wibowo dan saksi Ridwan secara bersama-sama menonton rekaman CCTV hasil copyan atau unduhan oleh saksi Baiquni Wibowo dan diputar dengan menggunakan laptop milik saksi Baiquni Wibowo," ungkap JPU.
Setelah melihat rekaman CCTV tersebut, Chuck Putranto merasa kaget karena ternyata Brigadir J masih hidup.
"Selanjutnya setelah keempat orang saksi menonton dan melihat isi dari flashdisk tentang kejadian yang telah direkam dari CCTV tersebut ternyata saksi Chuck Putranto berkata "Bang ini Joshua masih hidup", tambah JPU.
Baca Juga: Terkuak! Pengakuan Mengejutkan Kekasih Yosua, Brigadir J Pernah Dituduh dan Diancam Hal Ini
Mendengar perkataan Chuck Putranto, Baiquni Wibowo lantas memutar ulang rekaman CCTV tersebut.
Benar saja, dalam menit 17.07-17.11 WIB, terlihat Brigadir J masih hidup dan tampak memakai baju warna putih.
Ia terlihat berjalan dari pintu depan rumah menuju pintu samping melalui taman rumah dinas Ferdy Sambo.
"Lalu saksi Baiquni Wibowo memutar ulang antara menit 17.07-17.11 WIB dan mereka lihat ternyata benar bahwa Nofriansyah Yosua Hutabarat sedang memakai baju putih dan berjalan dari pintu depan rumah menuju pintu samping melalui taman rumah dinas saksi Ferdy Sambo," lanjut JPU.
Fakta bahwa Brigadir J masih hidup itu membuat Arf Rachman Arifin sangat kaget.
Hal itu dikarenakan apa yang terjadi dalam rekaman CCTV dan kronologis yang disampaikan Kapolres Jakarta Selatan sebelumnya tidaklah sama.
"Melihat keadaan sebenarnya terkait keberadaan Nofriansyah Yosua Hutabarat masih hidup akhirnya perasaan saksi Arif Rachman Arifin sangat kaget karena tidak menyangka bahwa apa yang sudah saksi Arif Rachman Arifin dengar beberapa hari yang lalu informasi tentang kronologis kejadian tembak-menembak yang disampaikan oleh Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budi Herdi dan Karo Penmas Divhumas Brigjen Ramadan ternyata tidak sama dengan apa yang saksi Arif Rachman Arifin lihat pada CCTV tersebut," pungkas JPU.***