News

Miris! Imbas Tragedi Kanjuruhan, Satu Korban Masih Tak Sadarkan Diri

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Rabu 26 Okt 2022, 06:26 WIB
 Imbas Tragedi Kanjuruhan, Satu Korban Masih Tak Sadarkan Diri

AYOJAKARTA.COM - Memasuki hari ke 25 Tragedi Kanjuruhan, masih terasa duka dan kekhawatiran dari keluarga korban tragedi tersebut.

Terdapat sejumlah aremania korban tradegi Kanjuruhan yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Dokter Saiful Anwar kota Malang.

Dikabarkan korban tragedi Kanjuruhan tersisa 2 orang yang masih menjalani perawatan.

Baca Juga: Makna Penting Sumpah Pemuda Menurut Mbah Moen : Generasi yang Akan Mengantarkan Pada Kemajuan Bangsa

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr. Saifulah Asmiragani menyebutkan satu pasien masih mengkhawatirkan.

Lantaran dikabarkan pasien tersebut masih dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Pasien tersebut bernama Novita, seorang wanita yang merupakan aremania yang menjadi korban tragedi Kanjuruhan.

Hingga kini, dikabarkan Novita masih mengenakan alat bantu pernapasan.

Baca Juga: WhatsApp Down Selama 2 Jam, Ada-ada Aja Kelakuan Netizen Twitter Sindir WA Hingga Bikin Ngakak

Novita juga divonis dokter mengalami infeksi pada rongga dada akibat tragedi Kanjuruhan yang dialaminya.

Hal ini menyebabkan Novita harus segera menjalani operasi demi kesembuhannya.

Sementara satu pasien lainnya ternyata merupakan anak yang berusia masih di bawah umur.

Dikabarkan pasien anak yang juga merupakan salah satu korban tragedi Kanjuruhan tersebut sedang menjalani perawatan di ruang perawatan reguler.

Baca Juga: Viral ! Nikita Mirzani Mengamuk Saat Hendak Ditahan, Kajari Serang : Penahanan 20 Hari di Rutan Serang

Pasien ini diketahui mengalami luka di kulit paha dan sudah menunjukkan kondisi membaik menuju kesembuhan.

Selain korban dan keluarga mereka yang mengalami imbas dari tragedi Kanjuruhan melainkan masa depan sepak bola Indonesia juga masih dipertanyakan.

Lantaran akibat kejadian tragedi Kanjuruhan ini, pemerintah melarang diadakannya pertandingan sepak bola profesional Indonesia.

Pemerintah baru akan mengizinkan pertandingan dilakukan apabila PSSI secara signifikan sudah bisa lebik baik dalam mengelola kompetisi sepak bola.

Pemerintah juga mendorong agar pengurus PSSI mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Vincensia Enggar Larasati