News

Kamaruddin Simanjuntak Ungkap Ada Kegiatan Tak Lazim di Rumah Saguling di Hari Pembunuhan Brigadir J, Apa Itu?

Oleh: Admin Jumat 14 Okt 2022, 16:40 WIB
Kamaruddin Simanjuntak Ungkap Ada Kegiatan Tak Lazim di Rumah Saguling di Hari Pembunuhan Brigadir J, Apa Itu?

AYOJAKARTA.COM - Jelang persidangan Ferdy Sambo yang sedianya dilaksanakan pada Senin 17 Oktober 2022 mendatang, Kamaruddin Simanjuntak mengungkap fakta baru.

Fakta baru terkait kasus pembunuhan Brigadir J tersebut ia sampaikan saat menjadi bintang tamu di sebuah acara berita.

Hal ini diketahui dari tayangan YouTube UNCLE WIRA yang dikutip AyoJakarta.com pada Jumat (14/10/2022).

Dalam tayangan tersebut, Kamaruddin Simanjuntak mengungkap sebuah fakta baru yang belum pernah ia buka di manapun.

Fakta baru tersebut ialah adanya kegiatan tak lazim di rumah Saguling di hari pembunuhan Brigadir J.

Baca Juga: Selalu Konsisten dan Kooperatif Dalam Kasus Ferdy Sambo, Bharada E: Saya Masih Mau Punya Masa Depan!

Kegiatan tak lazim yang dimaksud Kamaruddin Simanjuntak ialah adanya seorang satpam atau security yang mencuci rumah Saguling dengan banyak air hingga bersih.

"Ada kegiatan di rumah Saguling yang tidak lazim sore itu (hari pembunuhan Brigadir J). Apa kegiatannya? Seorang satpam atau security dia mencuci rumah pada sore hari itu, mencuci sampai dengan banyak air," ungkap Kamaruddin Simanjuntak.

Kamaruddin menambahkan bahwa kegiatan tersebut baru pertama kali dilakukan.

"Sejak adik almarhum berkunjung ke rumah itu, baru pertama kali kejadian itu sore-sore rumah dicuciin. Pertanyaannya ada apa di rumah Saguling? sehingga satpam swasta ini mencuci rumah itu," tambah Kamaruddin.

Untuk diketahui, sebelumnya Kamaruddin Simanjuntak juga mengungkapkan adanya peran dua ajudan Ferdy Sambo yang bernama Daden dan Romi yang mencegat adik Brigadir J masuk ke rumah Saguling.

"Entah dorongan apa pada sore hari itu sepulang kerja dia pergi ke rumah Saguling. Di Rumah Saguling, ia dicegat oleh ajudan lain yaitu ajudan bernama Daden dan Romi," ujarnya.

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Ungkap Kemungkinan Brigadir J Masih Hidup Jika Sang Adik Tak Lakukan Hal Ini

Tak hanya dicegat, kedua ajudan kesayangan Ferdy Sambo itu juga melucuti bahkan melakukan penggeledahan badan pada adik Brigadir J yang juga seorang anggota polisi.

Padahal, selama ini hal tersebut tak pernah terjadi ketika adik Brigadir J mendatangi rumah Saguling.

Adik Brigadir J bahkan sering berkunjung ke rumah Saguling karena hubungannya dengan keluarga Ferdy Sambo sangatlah dekat dan sudah dianggap seperti orangtua.

"Bahkan selama dia datang berulangkali ke rumah Saguling itu, dia belum pernah dilucuti atau digeledah. Tetapi khusus sore itu ketika dia datang ke rumah Saguling, Romi dan Daden melakukan penggeledahan badan," ujar Kamaruddin Simanjuntak.

"Khusus pada kunjungan sore itu dia (adik Brigadir J) digeledah untuk memastikan bawa senpi atau tidak," tambahnya.

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Bongkar Fakta Baru, Ajudan Kesayangan Ferdy Sambo Cegat Adik Brigadir J di Saguling

Atas penggeledahan yang dilakukan dua ajudan kesayangan Ferdy Sambo itu, adik Brigadir J merasa aneh.

"Maka adik almarhum ini merasa aneh, kok biasanya saya datang kemari ke rumah ini bebas-bebas saja seperti ke rumah keluarga karena abangnya di situ sudah dianggap anak bahkan ajudan kesayangan kok sore ini digeledah bahkan dihalangi tak boleh masuk," lanjutnya.

Kamaruddin juga mengungkapkan untuk mengalihkan perhatian adik Brigadir J, ajudan Daden lalu berkoordinasi dengan Provos.

Daden juga mengatakan bahwa adik Brigadir J dipanggil Provos dan harus memakai PDL (Pakaian Dinas Lepas).

"Karena dia tak boleh masuk, diapun merasa aneh dan bertanya lalu untuk mengalihkan perhatian dia Daden berkoordinasi dengan Provos. Lalu Daden mengatakan bang kau dipanggil oleh Provos Polri dan diminta dia harus berpakaian PDL (Pakaian Dinas Lepas)," kata Kamaruddin Simanjuntak berkisah.

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Sebut Ada Staf Ahli Kapolri yang Diduga Jadi Otak Pembunuhan Brigadir J, Siapakah Dia?

Lantaran seragam PDL-nya masih berada di laundry, adik Brigadir J itupun bergegas pergi ke laundry untuk mengambilnya sehingga tak jadi masuk ke rumah Saguling.

"Karena saat itu sedang tidak berpakaian dinas lepas maka dia (adik Brigadir J) pergi ke laundry segera karena baju PDL-nya ada di laundry sehingga dia tidak jadi masuk ke rumah Saguling," terang pengacara berdarah Batak itu.

Kamaruddin Simanjuntak menambahkan, andaikan adik Brigadir J tak dihalangi masuk ke rumah Saguling mungkin Brigadir J masih selamat.

"Artinya andaikan dia tidak dicegat ke rumah Saguling kemungkinan almarhum masih selamat, atau sedianya baru disiksa atau ditembak tapi masih bisa terselamatkan. Tapi ada peran dua ajudan menghalang-halangi supaya dia tidak bisa masuk ke rumah Saguling," jelasnya.

Dalam hal ini, Kamaruddin Simanjuntak menekankan adanya peran dua ajudan yang menghalangi adik Brigadir J masuk ke rumah Saguling.

Diduga hal itu dilakukan karena dua ajudan tersebut sebenarnya sudah mengetahui rencana pembunuhan Brigadir J.

"Yang menghalangi itu sudah mengetahui adanya pembunuhan berencana dan dia menghalangi adiknya masuk ke rumah itu dengan cara mengatur siasat kamu dipanggil Provos," pungkas Kamaruddin Simanjuntak.***

Reporter Admin
Editor Fathul Amanah