AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang dilakukan Ferdy Sambo Cs masih jadi sorotan publik.
Seperti diketahui, polisi telah menetapkan lima tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir J.
Yaitu Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka RR, Bharada E dan Kuat Maruf.
Kelima tersangka itu tak lama lagi akan menjalani persidangan dan menerima vonis atas perbuatan yang telah mereka lakukan.
Terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J, baru-baru ini terungkap sebuah fakta mengejutkan.
Yakni terbongkarnya isi chat Brigadir J kepada Putri Candrawathi sebelum dirinya tewas ditembak.
Hal itu diungkapkan oleh Irma Hutabarat yang dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Suaradotcom pada Selasa (11/10/2022).
Dalam tayangan YouTube tersebut dijelaskan bahwa apa yang terjadi jelang kematian Brigadir J membuat bulu kuduk merinding.
Disebutkan bahwa, Brigadir J yang tidak mengetahui dirinya akan dibunuh ternyata sempat memohon pada Putri Candrawathi.
Peristiwa Brigadir J memohon-mohon pada Istri Ferdy Sambo ini terekam jelas dalam chat WhatsApp.
Hal ini diungkap oleh aktivis perempuan Irma Hutabarat yang yakin bahwa kematian Brigadir J telah direncanakan oleh keempat tersangka.
Menurut Irma, chat WhatsApp Brigadir J pada Putri Candrawathi itu berisi tentang dua senjata yang dirampas dan disembunyikan oleh Bripka RR.
Seperti diungkapkan Irma dalam dialognya bersama mantan Kepala Badan Intelijen atau Kabais TNI Soleman B Ponto.
Aktivis perempuan itu mengungkapkan apa yang dia temukan sesuai dengan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J yang dilakukan di dua TKP yaitu rumah pribadi Ferdy Sambo di Saguling dan rumah dinasnya di Duren Tiga, Jaksel.
Irma menambahkan dua senjata Brigadir J telah dilucuti Putri Candrawathi sejak mereka masih berada di Magelang.
Dua senjata Brigadir J yang dilucuti tersebut adalah satu laras panjang dan satu pistol.
"Pada waktu (Brigadir J) di Magelang, senjatanya satu laras panjang dan satu pistol diminta oleh PC lalu diserahkan kepada Bripka RR," ungkap Irma Hutabarat.
Tak hanya itu, Irma Hutabarat juga menceritakan perjalanan pulang rombongan Ferdy Sambo dari Magelang ke Jakarta.
Baca Juga: Mahfud MD Sebut Kasus Sambo Masalah Kemanusiaan, Netizen: Gak Hati-Hati Posisi Polri Bakal Suram
Irma mengungkapkan, dalam chatnya Brigadir J memohon pada Putri Candrawathi agar dua senjatanya yang dilucuti agar segera dikembalikan.
"Ibu, bolehkan dikembalikan senjata saya," pinta Brigadir J pada Putri Candrawathi melalui chat WhatsApp yang ditirukan oleh Irma Hutabarat.
Irma Hutabarat menduga, Brigadir J tidak tahu alasan mengapa senjata miliknya dilucuti.
Selain itu, Brigadir J juga diduga tidak tahu bahwa dirinya akan dibunuh.
"Dia (Brigadir J) tidak tahu akan dibunuh atau dibantai," kata Irma Hutabarat.
"Tetapi dua senjata satu laras panjang dan satu pistol itu tidak pernah dikembalikan," pungkasnya.***