News

Kasus Ferdy Sambo Masih Berjalan, Ayah Brigadir J: Kami Diperlakukan Seperti Teroris

Oleh: Rifqi Nur Fauzi Sabtu 08 Okt 2022, 09:58 WIB
Kasus Ferdy Sambo Masih Berjalan, Ayah Brigadir J: Kami Diperlakukan Seperti Teroris

AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan terhadap Brigadir J dengan tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sampai saat ini masih belum mendapatkan titik terang.

Samuel Hutabarat selaku ayah dari Brigadir J bercerita tentang kehadiran Brigjen Hendra Kurniawan dan rombongan ke kediamannya tanpa permisi.

Hal itu ia ceritakan di kanal YouTube Uya Kuya TV yang dikutip AyoJakarta.com pada Sabtu (8/10/2022).

Ia mengatakan bahwa Brigjen Hendra hadir dan menceritakan kronologi kematian dari Brigadir J, khususnya mengenai kejadian tembak-menembak.

“Pak Hendra ini datang menceritakan kronologi. Diceritakanlah kronologi kematian almarhum Joshua,” ucapnya.

Baca Juga: Motif Terkuak? Pakar Tarot Ungkap Ferdy Sambo Marah kepada Putri Candrawathi: Alasan Cinta Itu Bohong!

Ayah Brigadir J tersebut kemudian menyampaikan ulang apa yang telah disampaikan oleh Brigjen Hendra Kurniawan, mengenai kronologi kejadian di Rumah Dinas Ferdy Sambo.

“Tanggal 8 Juli di rumah dinas, rumah singgah untuk PCR. Jadi, sesudah PCR ibu Putri ini pergi ke kamar untuk menunggu hasil PCR,” ucapnya.

“Lagi istirahat di kamar, masuklah almarhum mau berbuat tidak senonoh. Lalu, ibu Putri ini menjerit dan almarhum menodongkan senjata,” tambahnya.

Ayah Brigadir J kemudian melanjutkan dengan bercerita tentang kronologi ketika akhirnya anaknya bertemu Bharada E dan terjadi tembak-menembak.

“Lalu keluar dari dalam kamar utama ini, pas di depan pintu kamar utama, dari lantai atas ada Bharada E menanya almarhum,” ujar Samuel.

“Almarhum tidak menjawab, langsung menembak sebanyak tujuh kali dan tidak ada yang kena,” pungkasnya.

Baca Juga: Ferdy Sambo Tidak Mencintai Putri Candrawathi, Simak Penjelasan Pakar Tarot dan Ekspresi Berikut

Ayah Brigadir J kemudian merasa heran bagaimana bisa Bharada E sama sekali tidak terkena tembakan oleh almarhum.

Di sisi lain, sebagai pembelaan diri Bharada E berhasil menembak sebanyak lima kali dan semuanya kena.

Tak hanya itu saja, Samuel Hutabarat juga bertanya-tanya ketika disebutkan Brigadir J menembak dengan dua tangan, seharusnya itu bisa menjadi lebih akurat.

Ia kemudian mengatakan bahwa ia sudah lelah meminta untuk memperlihatkan CCTV.

Ayah Brigadir J mengatakan bahwa pihak kepolisian menjelaskan tidak ada CCTV yang posisinya menghadap lokasi kejadian tersebut karena rumah dinas yang kurang lengkap.

Baca Juga: Bantah Menyerah Usut Kasus Ferdy Sambo, Ayah Brigadir J: Bukan Menyerah, Kami Hanya Lelah

Mendengar hal itu, ibu Brigadir J marah dan mencoba mencari kebenaran tentang CCTV tersebut.

Namun, ternyata pihak kepolisian mengatakan bahwa mereka dipojokkan dengan kehadiran istri Samuel.

“Kamu bilang kami memojokkan polisi, kamu yang mengintimidasi,” kata ayah Brigadir J kesal dengan hal tersebut.

Ayah Brigadir J membenarkan bahwa saat itu rumahnya dikepung dan polisi memperlakukan mereka seperti teroris.

“Pada kedatangannya, rumah dikepung,” ucapnya.

“Iya, caranya,” jawab Samuel Hutabarat kepada Uya.***

Reporter Rifqi Nur Fauzi
Editor Fathul Amanah