Bantah Menyerah Usut Kasus Ferdy Sambo, Ayah Brigadir J: Bukan Menyerah, Kami Hanya Lelah

Bantah Menyerah Usut Kasus Ferdy Sambo, Ayah Brigadir J: Bukan Menyerah, Kami Hanya Lelah
Bantah Menyerah Usut Kasus Ferdy Sambo, Ayah Brigadir J: Bukan Menyerah, Kami Hanya Lelah

AYOJAKARTA.COM - Ayah Brigadir J mengungkapkan fakta baru tentang kasus pembunuhan anaknya oleh tersangka Ferdy Sambo.

Hingga saat ini, kasus pembunuhan terhadap Brigadir J belum juga menemui titik terang.

Khususnya karena bukti demi bukti yang masih saja dikumpulkan dan juga pengakuan dari para tersangka yang selalu berbeda.

Melalui kanal YouTube Uya Kuya TV, Samuel Hutabarat selaku ayah Brigadir J memberikan penjelasan dan memaparkan fakta baru tentang perkembangan kasus yang menjadikan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sebagai tersangka.

Baca Juga: Ferdy Sambo Menanti Nasib, Ini Deretan Prestasi Irjen Syahar Diantono Sosok Kadiv Propam Baru

Di awal video, Uya Kuya bertanya kepada ayah Brigadir J mengenai berita yang beredar bahwa pihak mereka telah menyerah untuk mengusut kasus pembunuhan oleh Ferdy Sambo ini.

“Sebenarnya berita itu terpelintir, sebenarnya ucapan saya itu lelah bukan menyerah. Sudah tiga bulan kasus ini berjalan tetapi belum menemui titik terang,” jelas Samuel Hutabarat untuk membetulkan kabar yang beredar.

“Kami selaku orang tua almarhum merasa lelah. Kami yang mengikuti saja rasanya lelah, apalagi yang mengerjakan,” tambahnya.

Ayah Ferdy Sambo kemudian berharap bahwa kasus ini segera maju ke persidangan dan dilakukan secara transparan serta terbuka, tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Beralih dari situ, Uya Kuya kemudian menanyakan hal lain kepada ayah Brigadir J.

Yaitu tentang mereka yang diperiksa tim Mabes Polri tanpa pengacara dan membahas laporan palsu FS dan PC.

Baca Juga: Disidang Pembunuhan Brigadir J Kejagung Optimis Bisa Buktikan Pasal 340, Ferdy Sambo Dihukum Mati?

Menanggapi hal tersebut, Samuel Hutabarat mengatakan bahwa keluarganya sudah berkomunikasi dengan sang pengacara.

“Itu sebenarnya kebetulan pengacara kita ada kesibukan, jadi kami berkomunikasi bahwa ada panggilan untuk mengklarifikasi laporan palsu oleh PC,” katanya.

Ia mengatakan bahwa tidak ada penekanan ketika keluarga Brigadir J diperiksa oleh kepolisian.

“Pada saat itu memang kami diperiksa. Saya, istri saya, adik ipar, serta anak saya yang tertua. Di sana memang tidak ada penekanan,” ujarnya.

Uya Kuya kemudian melanjutkan dengan pertanyaan bagaimana perasaan ayah Brigadir J mendengar kabar bahwa anaknya melakukan pelecehan hingga terjadi tembak menembak.

“Itulah yang menjadi tanda tanya kami. Kami tidak percaya anak kami melakukan hal-hal yang dituduhkan. Soalnya kami tau persis kelakuan dia dari kecil, sangat tekun beragama,” ucapnya.

Ia kemudian mengatakan bahwa hal tersebut tidak mungkin juga dilakukan kepada istri jenderal yang mana rumahnya dijaga dengan ketat.

“Keamanan di rumah jenderal ini pastikan cukup kuat. Hal-hal yang dituduhkan itu kami menyangkalnya,” kata ayah Brigadir J.

Baca Juga: Viral Video Jokowi Tak Salami Kapolri Listyo Sigit di HUT TNI, Mangkel Kasus Ferdy Sambo Belum Tuntas?

Ia kemudian mengatakan bahwa keluarganya marah setelah mendengar kabar dan tuduhan terhadap anaknya tersebut.

“Kita marah dalam hal ini, semua keluarga marah. Tidak mungkin, itu sebuah skenario kemudian ternyata tidak ada pelecehan,” jawabnya ketika ditanya oleh Uya apakah ia marah.

Samuel Hutabarat juga menjelaskan hubungannya dengan keluarga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

“Dia sudah menganggap bahwa mereka adalah orang tua, ia menganggap dirinya adalah seorang anak. Hubungan baiklah selaku atasan dan bawahan,” ucapnya.

“Setelah mendengar kematian dia karena tembak menembak di rumah itu, kami kaya setengah mimpi. Kami waktu itu perasaannya antara percaya atau tidak karena hubungan mereka baik,” tambahnya.

Baca Juga: Ferdy Sambo Minta Maaf Pada Keluarga Brigadir J: Istri Saya Tidak Bersalah

Ia bahkan menjelaskan awalnya tidak percaya ketika mendengar kabar bahwa ada kejadian tembak-menembak antara Brigadir J dan Ferdy Sambo.

Kemudian ia menceritakan ketika ia harus menandatangani sebuah surat tanpa boleh membuka peti jenazah dari anaknya.

“Nggak boleh dibuka. Agak lama kami bernegosiasi, kemudian barulah boleh dibuka sampai dada,” jelasnya.

“Pak Leonardo saat itu yang mengantarkan ke Jambi. Sesudah saya buka, saya lihat ada luka di hidung, di bibir, di kelopak mata dan di bawahnya lagi ada,” tambahnya.

Samuel Hutabarat kemudian menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak percaya bahwa Brigadir J ditembak, melainkan disiksa.

“Dari rahangnya aja keliatan, ini disiksa pasti. Katanya, mereka hanya mengantar jenazah dan tidak mengetahui kronologinya,” ucapnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Usut Kasus
# ayah Brigadir J
# Samuel Hutabarat
# kasus Ferdy Sambo
# kasus Ferdy Sambo
# Brigadir J
# Ferdy Sambo

News Update

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.