News

Bantah Menyerah Usut Kasus Ferdy Sambo, Ayah Brigadir J: Bukan Menyerah, Kami Hanya Lelah

Oleh: Rifqi Nur Fauzi Jumat 07 Okt 2022, 14:26 WIB
Bantah Menyerah Usut Kasus Ferdy Sambo, Ayah Brigadir J: Bukan Menyerah, Kami Hanya Lelah

AYOJAKARTA.COM - Ayah Brigadir J mengungkapkan fakta baru tentang kasus pembunuhan anaknya oleh tersangka Ferdy Sambo.

Hingga saat ini, kasus pembunuhan terhadap Brigadir J belum juga menemui titik terang.

Khususnya karena bukti demi bukti yang masih saja dikumpulkan dan juga pengakuan dari para tersangka yang selalu berbeda.

Melalui kanal YouTube Uya Kuya TV, Samuel Hutabarat selaku ayah Brigadir J memberikan penjelasan dan memaparkan fakta baru tentang perkembangan kasus yang menjadikan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sebagai tersangka.

Baca Juga: Ferdy Sambo Menanti Nasib, Ini Deretan Prestasi Irjen Syahar Diantono Sosok Kadiv Propam Baru

Di awal video, Uya Kuya bertanya kepada ayah Brigadir J mengenai berita yang beredar bahwa pihak mereka telah menyerah untuk mengusut kasus pembunuhan oleh Ferdy Sambo ini.

“Sebenarnya berita itu terpelintir, sebenarnya ucapan saya itu lelah bukan menyerah. Sudah tiga bulan kasus ini berjalan tetapi belum menemui titik terang,” jelas Samuel Hutabarat untuk membetulkan kabar yang beredar.

“Kami selaku orang tua almarhum merasa lelah. Kami yang mengikuti saja rasanya lelah, apalagi yang mengerjakan,” tambahnya.

Ayah Ferdy Sambo kemudian berharap bahwa kasus ini segera maju ke persidangan dan dilakukan secara transparan serta terbuka, tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Beralih dari situ, Uya Kuya kemudian menanyakan hal lain kepada ayah Brigadir J.

Yaitu tentang mereka yang diperiksa tim Mabes Polri tanpa pengacara dan membahas laporan palsu FS dan PC.

Baca Juga: Disidang Pembunuhan Brigadir J Kejagung Optimis Bisa Buktikan Pasal 340, Ferdy Sambo Dihukum Mati?

Menanggapi hal tersebut, Samuel Hutabarat mengatakan bahwa keluarganya sudah berkomunikasi dengan sang pengacara.

“Itu sebenarnya kebetulan pengacara kita ada kesibukan, jadi kami berkomunikasi bahwa ada panggilan untuk mengklarifikasi laporan palsu oleh PC,” katanya.

Ia mengatakan bahwa tidak ada penekanan ketika keluarga Brigadir J diperiksa oleh kepolisian.

“Pada saat itu memang kami diperiksa. Saya, istri saya, adik ipar, serta anak saya yang tertua. Di sana memang tidak ada penekanan,” ujarnya.

Uya Kuya kemudian melanjutkan dengan pertanyaan bagaimana perasaan ayah Brigadir J mendengar kabar bahwa anaknya melakukan pelecehan hingga terjadi tembak menembak.

“Itulah yang menjadi tanda tanya kami. Kami tidak percaya anak kami melakukan hal-hal yang dituduhkan. Soalnya kami tau persis kelakuan dia dari kecil, sangat tekun beragama,” ucapnya.

Ia kemudian mengatakan bahwa hal tersebut tidak mungkin juga dilakukan kepada istri jenderal yang mana rumahnya dijaga dengan ketat.

“Keamanan di rumah jenderal ini pastikan cukup kuat. Hal-hal yang dituduhkan itu kami menyangkalnya,” kata ayah Brigadir J.

Baca Juga: Viral Video Jokowi Tak Salami Kapolri Listyo Sigit di HUT TNI, Mangkel Kasus Ferdy Sambo Belum Tuntas?

Ia kemudian mengatakan bahwa keluarganya marah setelah mendengar kabar dan tuduhan terhadap anaknya tersebut.

“Kita marah dalam hal ini, semua keluarga marah. Tidak mungkin, itu sebuah skenario kemudian ternyata tidak ada pelecehan,” jawabnya ketika ditanya oleh Uya apakah ia marah.

Samuel Hutabarat juga menjelaskan hubungannya dengan keluarga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

“Dia sudah menganggap bahwa mereka adalah orang tua, ia menganggap dirinya adalah seorang anak. Hubungan baiklah selaku atasan dan bawahan,” ucapnya.

“Setelah mendengar kematian dia karena tembak menembak di rumah itu, kami kaya setengah mimpi. Kami waktu itu perasaannya antara percaya atau tidak karena hubungan mereka baik,” tambahnya.

Baca Juga: Ferdy Sambo Minta Maaf Pada Keluarga Brigadir J: Istri Saya Tidak Bersalah

Ia bahkan menjelaskan awalnya tidak percaya ketika mendengar kabar bahwa ada kejadian tembak-menembak antara Brigadir J dan Ferdy Sambo.

Kemudian ia menceritakan ketika ia harus menandatangani sebuah surat tanpa boleh membuka peti jenazah dari anaknya.

“Nggak boleh dibuka. Agak lama kami bernegosiasi, kemudian barulah boleh dibuka sampai dada,” jelasnya.

“Pak Leonardo saat itu yang mengantarkan ke Jambi. Sesudah saya buka, saya lihat ada luka di hidung, di bibir, di kelopak mata dan di bawahnya lagi ada,” tambahnya.

Samuel Hutabarat kemudian menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak percaya bahwa Brigadir J ditembak, melainkan disiksa.

“Dari rahangnya aja keliatan, ini disiksa pasti. Katanya, mereka hanya mengantar jenazah dan tidak mengetahui kronologinya,” ucapnya.***

Reporter Rifqi Nur Fauzi
Editor Fathul Amanah