AYOJAKARTA.COM--- Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan banyak penonton menjadi perhatian publik.
Penonton yang tewas rata-rata berdomisili di daerah Malang, namun tidak sedikit yang berdomisili di luar daerah Malang.
Baca Juga: Kesaksian Seorang Penjual Es di Stadion Kanjuruhan: Alkohol Jadi Pemicu Kerusuhan Antar Suporter
Pasuruan menjadi salah satu daerah yang kehilangan warganya terkait tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu.
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Raden Muhammad Jauhari S.H S.I.K, M.Si. pun bergerak untuk memberikan santunan kepada keluarga korban yang berada di daerah Pasuruan.
Santunan tersebut sebagai wujud rasa belasungkawa yang langsung diberikan Kapolres Pasuruan kepada suporter Arema, bertempat di Desa Karang Pandan dan Desa Segoro Puro, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.
"Saya beserta Staf dan Bhayangkari menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya dan kepada keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa diberi ketabahan dan keikhlasan,” jelas Kapolres Pasuruan Kota AKBP Raden Muhammad yang dikutip oleh AyoJakarta.com melalui laman resmi Polri.go.id.
Kapolres juga mendoakan korban serta memberi dukungan kepada keluarga korban tragedi Kanjuruhan.
"Semoga Almarhum dapat diampuni oleh Allah SWT dan Keluarga diberikan ketabahan dalam menjalani cobaan ini," sambung Kapolres Pasuruan Kota.
Hingga saat ini, menurut data dari Menko PMK tragedi yang terjadi di stadion Kanjuruhan Malang pada 1 Oktober 2022 lalu telah merenggut banyak korban. Korban meninggal mencapai 131 orang yang terdiri dari 90 laki-laki dan 41 perempuan, serta ratusan korban luka-luka lainnya.
Baca Juga: Di Tengah Duka Tragedi Kanjuruhan, Viral Mars Arema Disorot, Warganet Sebut Liriknya Serem
Presiden Jokowi pun telah menerbitkan keppres mengenai Pembentukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (PTGIPF) terkait tragedi yang terjadi di Kanjuruhan, Malang.