News

Soal Tragedi Kanjuruhan Malang, Rocky Gerung Kritik Presiden dan PSSI

Oleh: Nisrina Harum Lestari Kamis 06 Okt 2022, 15:24 WIB
Soal Tragedi Kanjuruhan Malang, Rocky Gerung Kritik Presiden dan PSSI

AYOJAKARTA.COM - Rocky Gerung angkat suara terkait tragedi Kanjuruhan yang menelan banyak korban.

Ia memberikan kritik kepada Presiden Joko Widodo dan juga PSSI.

Kritik tersebut ia sampaikan lantaran mereka disebut tak paham dengan masalah yang terjadi.

Dalam video yang diunggah pada kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Kamis (6/10/2022), ia memberikan kritikan.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mendatangi Stadion Kanjuruhan untuk melihat situasi stadion pasca kerusuhan.

Dikabarkan Jokowi ingin mengubah pintu stadion Kanjuruhan demi keselamatan.

Baca Juga: Puluhan Ribu Netizen Tanda Tangani Petisi Desak Iwan Bule Mundur Sebagai Ketua PSSI, Imbas Tragedi Kanjuruhan

Rocky Gerung pun memberikan reaksi terkait rencana Jokowi tersebut.

“Dia nggak bisa melihat problem besarnya karena terpaku pada hal-hal remeh temeh kunci digembok segala macam,” ucapnya seperti dikutip AyoJakarta.com dari videonya.

Kemudian Rocky Gerung menjelaskan bahwa awal mula peristiwa itu terjadi adalah karena kepanikan orang-orang setelah adanya tembakan gas air mata.

“Hal seperti ini menunjukan juga pemahaman beliau tentang akar persoalan itu kurang sekali,” jelasnya.

Menurut Rocky Gerung, kasus Kanjuruhan ini bukan sekadar pintu stadion.

Ia menyampaikan sebaiknya Jokowi meminta maaf terlebih dahulu sebelum memikirkan terkait pintu stadion.

“Minta maaf dululah baru kita ngomong tentang bagaimana cara memperbaikinya,” ucap Rocky.

Baca Juga: Kesaksian Seorang Penjual Es di Stadion Kanjuruhan: Alkohol Jadi Pemicu Kerusuhan Antar Suporter

Rocky Gerung merasa empati pada korban itu kurang diperlihatkan.

“Bukan sekadar Pak Jokowi, juga Ketua PSSI dan segala macem itu, jadi engga ada semacam pendalaman batin tentang peristiwa ini,” katanya.

Selain itu, Rocky juga menilai bahwa seluruh suporter yang dulu berkelahi sekarang menjadi kompak untuk mengatakan peristiwa itu karena aparat.

“Bagian ini yang musti didalami oleh Presiden Jokowi,” ujarnya.

Ia menyampaikan agar Jokowi mempunyai perspektif karena seluruh masyarakat menunggu hal tersebut.

“Apa perspektif presiden? Ternyata perspektifnya sesempit pintu yang dimasalahkan,” tutur Rocky.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Fathul Amanah