News

Membingungkan, Ferdy Sambo Akui Tega Bunuh Brigadir J Gegara Tersulut Emosi, Kok Bisa Direncanakan?

Oleh: Winna Anaziah Kamis 06 Okt 2022, 10:47 WIB
Membingungkan, Ferdy Sambo Akui Tega Bunuh Brigadir J Gegara Tersulut Emosi, Kok Bisa Direncanakan?

AYOJAKARTA.COM - Para tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J) telah dilimpahkan ke Kejaksaan.

Dalam pelimpahan tersangka, Ferdy Sambo mengaku menyesal atas tindakan pembunuhan berencana yang dilakukan terhadap ajudannya itu.

Ferdy Sambo juga mengaku perbuatan membunuh Brigadir J karena marah dan emosional atas dugaan pelecehan terhadap istrinya (Putri Candrawathi) yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah.

Baca Juga: Baru Tiba di Kejagung, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Langsung Panen Hujatan Gara-gara Hal Ini

“Saya tidak tahu bahasa apa yang dapat mengungkapkan perasaan, emosi, dan amarah akibat peristiwa yang terjadi di Magelang,” kata Ferdy Sambo di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu, (5/10/2022).

Lebih lanjut Ferdy Sambo mengatakan perbuatan membunuh Brigadir J, karena cinta kepada Putri Candrawathi.

“Sata lakukan ini karena kecintaan saya kepada istri saya,” ungkap Ferdy Sambo.

Baca Juga: Meski Terbilang Telat, Ferdy Sambo Akhirnya Meminta Maaf Kepada Keluarga Brigadir J

Pasalnya, menurut Refly Harun kalau tersulut emosi perbuatannya itu langsung, Ferdy Sambo sebagai atasan tinggal memanggil Brigadir J dan dimarahi, tetapi kenyataannya Ferdy Sambo merencanakan.

“tetapi posisi Ferdy Sambo kan Jenderal, dia jenderal perlu merencanakan pembunuhan karena emosi,” ungkap Refly dilansir dari YouTube Rafly Harun Kamis, (6/10/2022).

“Karena kalau berbicara emosi itu kan langsung on the spot, sebagai atasan dia langsung panggil anak buahnya Brigadir J, lalu dia marahi, dia tempeleng misalnya, dalam kondisi marah itu bisa jadi dia menembak, kan bisa jadi seperti itu,” lanjutnya.

Baca Juga: Berkas Ferdy Sambo Cs Telah Dilimpahkan ke Jaksa Agung, Usai Dinyatakan Sehat Para Tersangka Resmi Ditahan

Hal itu membuat Refly Harun bertanya-tanya, dan membingungkan, karena Ferdy Sambo emosi tetapi pembunuhannya direncanakan.

“Tetapi in ikan seperti terencana, dia marah, dia suruh Bharada E, dia suruh Bripka RR dan barulah ada eksekusi, dan eksekusinya pun bukan dia sendiri yang menembak terlebih dahulu,” tegas Refly.

Ferdy Sambo sebagai seorang Jenderal bisa nekat membunuh Brigadir J sebagai Ajudan, hal ini membuat Refly Harun merasa ada yang janggal.

Baca Juga: Detik-Detik Ferdy Sambo Minta Maaf ke Keluarga Brigadir J, Kekeh Sebut Putri Candrawathi Tak Bersalah

“Kok bisa ya, berani, nekat, benar, jadi seolah-olah Ferdy Sambo ini adalah membela kehormatan istri,” katanya.

Menurut Refly Harun yang jadi permasalahan Brigadir J hanyalah ajudan, sementara Ferdy Sambo adalah seorang Jenderal.

“Tetapi yang menjadi permasalahan korbannya itu adalah hanya seorang brigadir sementara dia (Ferdy Sambo) Jenderal,” ujar Refly Harun.

Baca Juga: Kejagung Buka Suara Perihal Safe House untuk Para Jaksa yang Tangani Persidangan Ferdy Sambo

Refly Harun mengatakan kalau posisi jabatannya itu dibalik akan lebih masuk akal.

“Kalau posisinya dibalik  Ferdy Sambo yang brigadir, Yosua yang Jenderal mungkin itu make sense dan barangkali akan memunculkan simpati masyarakat,” pungkas Rafly.***

Reporter Winna Anaziah
Editor Desi Kris