AYOJAKARTA.COM--- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengklaim bahwa tugasnya dalam menangani korban insiden Kanjuruhan telah ditangani dengan baik.
Muhadjir Effendy memastikan perawatan bagi korban luka, penanganan korban jiwa, dan santunan bagi korban jiwa yang diberikan pemerintah pusat.
"Apabila masih ada korban yang belum mandapatkan santunan atau ada jumlah korban yang mungkin belum terhitung harap segera dilaporkan," ujar Menko PMK yang dikutip oleh AyoJakarta.com melalui laman resmi Kemenkopmk.go.id
Muhadjir pun telah melakukan diskusi dengan Aremania terkait tragedi Kanjuruhan. Hasil diskusi tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo mulai dari pengusutan kasus hingga pertanggungjawaban banyaknya korban.
"Saya akan segera melaporkan ke Presiden sepulang dari Malang. Saya memastikan tidak ada satupun korban yang tidak tertangani dengan baik," lanjut Muhadjir.
Baca Juga: Begini Kondisi Lesti Kejora Pasca Alami KDRT, Bikin Nyesek!
Dalam menjalankan tugasnya, Menko PMK memastikan bahwa korban telah ditangani dengan baik. Namun dalam investigasi dan pengusutan kasus Tragedi Kanjuruhan, akan menjadi tugas Kemenko Polhukam yang dibentuk oleh pemerintah yaitu Tim Gabungan Independen Pencari Fakta.
"Tugas Menko PMK dalam insiden ini adalah memastikan korban tertangani dengan baik. Selanjutnya untuk urusan investigasi akan dipimpin oleh Menko Polhukam. Tim investigasi akan fokus ke 2 hal, dari sisi penyelenggaraan dan dari sisi pengamanan," tambahnya.
Baca Juga: 7 Hal yang Terjadi dalam Tragedi Kanjuruhan hingga Menewaskan Ratusan Jiwa
Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir juga bertemu dengan Aremania.
Menko PMK menampung semua aspirasi dan keluh kesah dari Aremania yang meminta seluruh pihak, mulai dari PSSI, hingga aparat keamanan Polri bertanggungjawab untuk mengusut tuntas dan menyelesaikan kasus.
Termasuk juga menanggung kerugian materiil, imateriil, korban jiwa dan luka-luka para Aremania. Mereka juga meminta pertanggung jawaban soal prosedur keamanan yang dilakukan dengan menembakkan gas air mata pada supporter di tribun.***