AYOJAKARTA.COM - Sudah dua bulan lebih lamanya kasus pembunuhan Brigadir J yang didalangi oleh Ferdy Sambo masih juga belum menemukan titik terang.
Seorang guru besar politik dari Universitas Padjadjaran, yakni Profesor Muradi mencurigai jika adanya sosok kakak asuh dan adik asuh yang mendukung kasus Ferdy Sambo.
Hal itu menyebabkan proses penyidikan berjalan lamban, ditambah lagi dengan keterlibatan oknum lainnya yang ikut terseret dalam kasus ini sehingga menimbulkan efek domino.
Baca Juga: Putri Candrawati Beri Pembenaran Selingkuhi Ferdy Sambo Dengan Kuat Maruf? Ini Faktanya!
Menurut Muradi, Ferdy Sambo masih memiliki kepercayaan diri yang cukup tinggi karena masih ada power dari kakak asuh maupun adik asuhnya di kepolisian.
Hal tersebut dibuktikan dengan pernyataan Sambo dalam tahapan rekonstruksi yang mengaku sama sekali tidak menembak dan meminta Bharada E untuk melakukan penembakan.
“Kartun rekonstruksi itu kan Bareskrim menyatakan ada FS menembak dua kali. Tapi kan begitu rekonstruksi ditolak bahwa dia tidak menembak,” ungkap Muradi.
Baca Juga: Tidak Terima Di ‘Pecat’ Ferdy Sambo Ajukan Gugatan, Polri: Putusan PTDH Sudah Final
“Dia tidak mengatakan ada upaya kemudian meminta Bharada E untuk melakukan penembakan, bahasanya kan bukan menembak, hajar, hajar kan gitu,” sambungnya.
Karena pengakuan Sambo saat gelar rekonstruksi tidak mengiyakan penembakan yang dilakukan oleh dirinya, bisa saja itu adalah cara untuk memperingan hukuman.
“Saya rasa kemudian muncul ada upaya dari FS ini untuk memperingan hukuman seolah-olah dia tak mengarahkan upaya pembunuhan atau penembakan tadi,” tambahnya lagi.
Baca Juga: Lama Tak Terdengar, Begini Keadaan AKP Rita Yuliana Sekarang: Berbanding Terbalik dengan Ferdy Sambo
Oleh sebab itulah, Muradi merasa jika Ferdy Sambo masih memiliki kepercayaan diri yang begitu tinggi karena masih adanya sosok kakak asuh dan adik asuh yang menjadi bekingan kasusnya ini.
“Di situ saja, dia masih merasa confidence ada dukungan dari kakak asuh maupun adik asuh,” kata Muradi.
Meskipun begitu, Muradi tidak menyebutkan siapakah sosok dari kakak asuh dan adik asuh yang dicurigai sebagai bekingan Ferdy Sambo.
Namun, tentunya peran kakak asuh dan adik asuh ini pastinya sangat penting dalam karier Ferdy Sambo yang membuat dirinya melejit menjadi perwira bintang dua polisi.
“Lumayan banyak (kakak asuh dan adik asuh), ada bintang dua, bintang satu yang masih aktif. Bahkan ada yang sudah pensiun, tapi kan nggak terlalu berpengaruh juga (terhadap perkara),” jelas Muradi.
Sehingga rekonstruksi yang terjadi kemarin, sebenarnya adalah sebuah perlawan dari Sambo bahwa dia mengelak telah terjadinya penembakan yang dilakukan oleh dirinya.
Namun, dengan kehadiran kakak asuh dan adik asuhnya ini seakan pengelakan yang dilakukan Ferdy Sambo saat mengubah BAP seolah-olah bukanlah reaksi dari perlawanan.***