AYOJAKARTA.COM - Partai Gerindra menyampaikan permintaan maaf kepada seorang wanita korban pemukulan oleh pria yang diduga anggota DPRD Pelembang di SPBU.
Permintaan maaf itu, disampikan Gerindra melalui direct message (DM) Instagram milik partai @gerindra pada Selasa (23/8/2022) malam.
Awalnya, beredar di media sosial, video penganiayaan atau pemukulan yang dilakukan oknum anggota DPRD Palembang terhadap seorang perempuan saat mengantre BBM di SPBU.
Korban tersebut diketahui bernama Tata. Video penganiayaan diunggah Tata ke akun instagramnya @thata0298 pada 21 Agustus 2022 lalu.
Dalam akunnya, Tata menceritakan kronologis kejadian tersebut.
Peristiwa itu, kata Tata terjadi pada 5 Agustus 2022.
Baca Juga: Hotman Paris Siap Bela Perempuan yang Dianiaya Anggota DPRD Palembang saat Antre di SPBU
Bermula saat dia bersama ibunya mengantre untuk mengisi Pertalite di SPBU Demang Kel Lebar Daun Pakjo Palembang.
Namun, saat antri tiba-tiba datang mobil berpelat bintang tiga BG 7 UB dan memotong antrian kendaraan Tata.
Tata pun tidak mau mengizinkan jalur antriannya dipotong.
Baca Juga: Gibran Tarik Paksa Masker Oknum Paspampres yang Melakukan Pemukulan Terhadap Warga Solo
Hingga akhirnya, setelah mengisi di antrian lain oknum DPRD itu menghampiri ibunya yang menyetir dan berkata kasar.
Tata kemudian bertanya apa maksud kata-kata kasar orang tersebut dan berniat memfoto Nopol kendaraan sang anggota DPRD.
Namun Oknum anggota DPRD itu marah dan langsung memukul Tata.
Baca Juga: Ini Motif Pelaku Pemukulan Terhadap Anak Anggota DPR dari PDIP di Jalan Tol Dalam Kota
Akibatnya pukulan itu, Tata mengalami lebam, sakit di lengan, di kepala, bibir dan jari manis sebelah kiri.
Tata lantas melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib.
Setelah ditelusuri, ternyata pemilik mobil ini adalah seorang anggota DPRD Palembang berinisial MS.
Baca Juga: Pelaku Pemukulan Anak Anggota DPR PDI Perjuangan Gunakan Plat RFH Palsu
Namun hingga saat ini oknum anggota DPRD itu belum memenuhi panggilan Polsek Palembang dengan alasan sedang di luar kota.
Dalam unggahan Insta Story milik Tata, ia mengatkan bahwa MS meminta pemeriksaan diundur hingga Senin mendatang.
"Si bapak super sibuk..Sampai tidak bs memenuhi panggilang pihak berwajib, mengundurkan waktu sampai senin besok lagi. Klo mau cek kegiatan kerja/kunjungan yg dilakukan oleh anggota dpr gimana ya? Bisa ga? Need more info," tulis Tata.
Di sisi lain, partai Gerindra juga menyampaikan permintaan maaf kepada Tata atas apa yang dilakukan oleh anggotanya itu.
"Sebelumnya, Admin ingin menyampaikan mohon maaf atas kejadian tersebut, Kak. Dari Gerindra sendiri tidak pernah mendukung aksi arogansi seperti ini, Laporan Kakak akan Admin dorong ke pimpinan agar segera diproses dan ditindaklanjuti. Sekali lagi, Admin mohon maaf atas kejadian ini ya, Kak," tulis Gerindra.
Mendapat permintaan maaf itu, Tata pun mengucapkan terima kasih.
"Terima kasih @gerindra @fraksipartaigerindra atas sambutan baiknya," tulis Tata.
Hingga berita ini ditulis masih belum ada tanggapan langsung dari pimpinan Gerindra terkait peristiwa tersebut.***