News

Pendamping 7 Korban Agus Buntung Ungkap Penyebab Belasan Wanita Dewasa Sampai Menjadi Sasaran Kejahatan

Oleh: Karseno AJ Sabtu 21 Des 2024, 11:08 WIB
Agus Buntung

AYOJAKARTA.COM - Menjadi pendamping sejumlah korban pelecehan yang dilakukan tersangka Agus Buntung, Ade Latifa menyampaikan rasa terima kasih kepada publik.

Selain karena adanya keseimbangan narasi terhadap sosok tersangka Agus Buntung, ucapan terimakasih juga dikarenakan derasnya dukungan kepada para korban.

Kondisi psikis tujuh wanita korban tersangka Agus Buntung yang didampinginya, menurut Ade Latifa sempat mengalami syok berat sebelum berani membuat laporan.

Bukan hanya mengalami tekanan psikis, para korban menurut Ade juga sempat dianggap mengada-ada karena kondisi keterbatasan fisik Agus yang terbatas.

Baca Juga: Pensiunan PNS SIMAK! Pencairan Gaji akan Dialihkan ke Andal By Taspen per Januari 2025, Segera Download Aplikasinya

“Saat pertama viral saya tidak melihat satupun dukungan untuk korban, tapi serangan ke korban itu luar biasa sekali,” ungkap Ade dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (21/12/2024). 

Karena itu, banyaknya unggahan video yang berisi kemampuan Agus dalam melakukan banyak aktivitas merupakan suatu bentuk kelegaan.

Melalui unggahan video berbagai aktivitas fisik Agus oleh warganet, menurut Ade menjadi momentum bagi publik untuk mulai mempertanyakan perihal kebenaran.

Dengan semakin banyaknya unggahan video yang menunjukkan kemampuan Agus, Ade menganggap hal tersebut sebagai harapan bagi para korban.

Baca Juga: KJP Plus Tahap 2 Tahun 2024 Cair! Ini Penjelasan Lengkap Soal Penerima yang Dibatalkan

Pernyataan terkait kemampuan Agus dalam membuat suatu proyeksi, disampaikan langsung oleh Ade saat menjadi narasumber dalam sebuah dialog.

Tersangka Agus Buntung yang terkesan membuat iba saat pertama kali terekspos media, menurut Ade merupakan salah satu dari kemampuannya dalam memanipulasi.

Meski memiliki keterbatasan secara fisik, sosok tersangka Agus Buntung menurut Ade memiliki kecakapan dalam melakukan interaksi persuasi.

Berbekal pengakuan dari para korban, Ade menilai kemampuan tersebut juga dipergunakan secara berulang setiap akan menjalankan niatnya.

“Di awal perkenalan tersangka itu berusaha membangun citranya yang baik sehingga dipercaya, dengan cara menceritakan kisah sedihnya sebagai disabilitas,” jelas Ade.

Berbekal simpatik, tersangka Agus yang mengaku berniat untuk bundir menurut Ade mulai menjerat calon korban dengan berbagai bentuk persuasi emosi.

Karena kondisi psikis yang sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja, calon korban yang seluruhnya sedang menyendiri di taman mulai menaruh kepercayaan.

“Si tersangka ini kemudian mengajak para korban ini untuk berbicara terkait hal-hal pribadi,” imbuh Ade.

Baca Juga: iPhone 16 Masih Berjuang Dapat Sertifikat TKDN, 6 iPhone Ini Justru Banting Harga hingga Rp8 Juta, Cek Ada iPhone 15 Pro Max

Usai mendapat kepercayaan dan kekaguman, tersangka Agus Buntung mulai menerka-nerka kondisi mental calon korban untuk selanjutnya menawarkan berbagai bantuan.

Keberadaan para korban yang sedang menyendiri di Taman Udayana untuk mencari ketenangan, menurut Ade merupakan sasaran tersangka Agus Buntung.

“Bagi saya tersangka tidak punya ilmu, orang-orang yang secara random ditebak memang dalam kondisi psikologis sedang tidak baik-baik saja,” pungkas Ade. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Desi Kris