News

Remaja Pembunuh Nenek dan Ayahnya di Lebak Bulus Tulis Surat untuk Ibunya: Maaf Aku Udah Nyusahin

Oleh: Asti Aureli Septania Sabtu 07 Des 2024, 13:29 WIB
Ilustrasi. Remaja inisial M.A.S yang telah membunuh ayah dan neneknya di Lebak Bulus kini menulis surat kepada Ibunya.

AYOJAKARTA.COM -- Remaja inisial M.A.S yang telah membunuh ayah dan neneknya di Lebak Bulus kini menulis surat kepada Ibunya.

Sang remaja inisial MAS menulis surat dari dalam lembaga penempatan anak sementara dan surat itu berisi permintaan maaf.

Dalam surat yang ditulis pada 6 Desember 2024 tersebut, MAS mengungkapkan rasa penyesalan dan berterima kasih kepada keluarganya.

Baca Juga: Mendiang Eky Sempat Dituduh Jadi ‘Intel’ Kenakalan Remaja, Iptu Rudiana: Itu Tudingan yang Sadis

Ia pun menuliskan permintaan maaf kepada ibunya karena telah melukai ibunya dengan membunuh sang ayah dan neneknya.

Diketahui, kondisi ibu dari remaja MAS atau pelaku pembunuhan sang ayah dan neneknya dikabarkan saat ini sedang menjalankan perawatan di Rumah Sakit.

Kemudian, ia meminta maaf karena sudah menyusahkan keluarganya terutama ibunya atas apa yang telah dia lakukan.

“Maaf aku udah nyusahin, Makasih buat semuanya,” tulis Remaja MAS yang dikutip oleh AYOJAKARTA.COM dari Youtube Metro TV pada Sabtu 7 Desember 2024.

Baca Juga: Edukasi Psikologi: Anak Remaja Tiba-tiba Mogok Bicara? Ini Penjelasan Mutisme Selektif dari Pakar Psikologi

Tak hanya itu, Remaja inisial MAS tersebut mengabarkan bahwa saat ini dirinya dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.

“saya sekarang sehat-sehat saja,” tulisnya.

Kemudian, ia juga menuliskan pesan bahwa ia akan menjadi “anak yang berguna” membantu banyak orang.

“Seperti kalian, aku bakal membantu orang banyak,” tutupnya.

Baca Juga: Edukasi Psikologi: Ini yang Harus Dilakukan Ketika Anak Remaja Tak Mau Lagi Bicara dengan Orang Tua, Ketahui Penyebabnya!

Remaja MAS saat ini telah dipindahkan ke Lembaga Penempatan Anak Sementara (LPAS) setelah menjalani pemeriksaan.

Ia mengaku melakukan tindakan tersebut karena mendengar bisikan saat sulit tidur, yang mengarah pada penusukan terhadap ayahnya (APW) dan neneknya (RM), sementara ibunya (AP) selamat meskipun mengalami luka parah.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa MAS tidak memiliki riwayat gangguan jiwa dan tidak merasa tertekan dalam belajar, meskipun ada isu yang beredar mengenai paksaan belajar.

Baca Juga: Kasus Afif Maulana: Kompolnas Ungkap 18 Remaja yang Ditangkap Polisi di Sumbar Terbukti Mengalami Penyiksaan

Kasus ini menjadi sorotan karena mencerminkan kompleksitas psikologis remaja dan pentingnya peran orang tua dalam menjaga kesehatan mental anak.***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil