Edukasi Psikologi: Anak Remaja Tiba-tiba Mogok Bicara? Ini Penjelasan Mutisme Selektif dari Pakar Psikologi

Tips menghadapi anak yang tiba-tiba mogok bicara menurut pakar
Tips menghadapi anak yang tiba-tiba mogok bicara menurut pakar

AYOJAKARTA.COM - Mutisme selektif (selective mutism) adalah gangguan kecemasan dimana seseorang tidak dapat berbicara dalam situasi sosial tertentu.

Seringnya dialami seorang anak dan remaja, padahal mampu berbicara dalam situasi sosial lain.

Dikutip dari situs NHS.uk, kondisi ini biasanya dimulai pada masa kanak-kanak dan, jika tidak diobati, dapat berlanjut hingga dewasa.

Baca Juga: Edukasi Psikologi: Ini yang Harus Dilakukan Ketika Anak Remaja Tak Mau Lagi Bicara dengan Orang Tua, Ketahui Penyebabnya!

Penting untuk memahami sikap diam selektif untuk mendukung mereka yang terkena dampak secara efektif.

Apa itu Mutisme Selektif?

Mutisme selektif ditandai dengan ketidakmampuan seseorang berbicara dalam situasi sosial tertentu.

Misalnya dengan teman sekelas atau saudara jauh. Ini bukanlah soal pilihan; Harapan untuk berbicara memicu kecemasan dan kepanikan yang hebat.

Menyebabkan hasrat berbicara menjadi hilang atau tidak mungkin dilakukan dalam situasi tersebut.

Seiring waktu, individu dengan mutisme selektif dapat mengantisipasi situasi ini dan berusaha menghindarinya.

Meskipun mereka tidak mampu berbicara dalam situasi tertentu, penderita mutisme selektif seringkali dapat berkomunikasi secara bebas.

Khususnya dengan orang-orang tertentu, seperti keluarga dekat dan teman, ketika mereka berada dalam lingkungan yang nyaman.

Kondisi ini memengaruhi sekitar 1 dari 140 anak kecil dan lebih sering terjadi pada anak perempuan dan anak-anak yang baru saja bermigrasi dari negara asalnya.

Baca Juga: Tak Perlu Meledak-ledak! Begini 6 Trik Marah yang Elegan, Yakin Bisa Bikin Lawan Bicara Langsung Kena Mental

Tanda-tanda Mutisme Selektif

Mutisme selektif dapat dimulai pada usia berapa pun tetapi paling sering terlihat antara usia 2 dan 4 tahun.

Namun seringkali terjadi ketika seorang anak mulai berinteraksi dengan orang-orang di luar keluarga dekatnya. Tanda-tanda utamanya meliputi:

- Keheningan yang tiba-tiba dan ekspresi wajah yang membeku ketika diharapkan untuk berbicara.

- Menghindari kontak mata dan terlihat gugup, gelisah, atau canggung secara sosial.

- Perilaku seperti menempel pada orang yang dikenalnya, bertindak pemalu dan menarik diri, atau menunjukkan tanda-tanda ketegangan.

- Beberapa anak mungkin menggunakan isyarat untuk berkomunikasi, seperti mengangguk atau menggelengkan kepala, sementara anak lainnya mungkin menghindari segala bentuk komunikasi sama sekali.

Baca Juga: Dianggap Ekslusif karena Mampu Menggabungkan Kepribadian Introvert dan Ekstrovert, inilah Tanda-Tanda Seorang Ambivert

Penyebab Mutisme Selektif

Mutisme selektif sering dikaitkan dengan kecemasan, khususnya ketakutan (fobia) berbicara dengan orang-orang tertentu.

Meskipun penyebab pastinya tidak selalu jelas, beberapa faktor dapat berkontribusi:

- Kecenderungan umum menuju kecemasan.

- Kesulitan mengatasi kejadian sehari-hari.

- Gangguan bicara dan bahasa atau masalah pendengaran, yang dapat membuat berbicara menjadi lebih stres.

- Masalah pemrosesan sensorik, seperti kesulitan menangani suara keras atau lingkungan ramai.

Baca Juga: Tes Psikologi: Kamu Lebih Dahulu Memperhatikan Orang Lain atau Diri Sendiri?

- Pengalaman trauma atau stres pasca trauma.

Penting untuk diperhatikan bahwa mutisme selektif tidak berhubungan dengan autisme, meskipun seorang anak dapat memiliki kedua kondisi tersebut.

Mendiagnosis Mutisme Selektif

Diagnosis dan penatalaksanaan dini sangat penting untuk membantu individu mengatasi mutisme selektif.

Jika tidak ditangani, hal ini dapat menyebabkan isolasi, rendahnya harga diri, dan gangguan kecemasan sosial.

Baca Juga: Kamu Malas atau Depresi? Kenali Tanda dan Cara Untuk Mencari Tahu, Jangan Self Diagnosis!

Diagnosis pada Anak

Anak dengan mutisme selektif dapat mengatasi kondisi tersebut dengan dukungan yang tepat.

Diagnosis melibatkan pengenalan tanda-tanda sejak dini, sering kali oleh orang tua dan guru, dan bekerja sama untuk mengurangi kecemasan anak.

Jika kamu mencurigai anakmu menderita mutisme selektif, bicarakan dengan dokter umum untuk mendapatkan rujukan ke layanan spesialis atau hubungi langsung klinik terapi wicara dan bahasa.

Diagnosis pada Orang Dewasa

Orang dewasa juga dapat mengatasi mutisme selektif, meskipun mereka mungkin menghadapi tantangan karena bertahun-tahun tidak berinteraksi sosial.

Diagnosis biasanya melibatkan ahli kesehatan mental dan mungkin mencakup dukungan dari terapis bicara dan bahasa.

Baca Juga: Jangan Telat Diagnosis! Layanan Deteksi Dini Gagal Ginjal Akut Sudah Tersedia di Puskesmas DKI Jakarta

Pengobatan untuk Mutisme Selektif

Perawatan berfokus pada mengurangi kecemasan yang terkait dengan berbicara daripada memaksa individu untuk berbicara. Strategi yang efektif meliputi:

- Menciptakan Lingkungan Positif: Menghilangkan tekanan untuk berbicara dan secara bertahap membantu orang tersebut merasa nyaman dalam lingkungan sosial.

- Terapi Perilaku Kognitif (CBT): Membantu individu mengubah pola pikirnya dan secara bertahap menghadapi ketakutannya.

- Terapi Perilaku: Menggunakan pendekatan langkah demi langkah untuk mengatasi kecemasan.

- Eksposur Bertingkat: Mengatasi situasi yang menimbulkan kecemasan paling sedikit terlebih dahulu dan secara bertahap beralih ke skenario yang lebih menantang.

Baca Juga: Dijamin Ampuh! Ini 5 Cara Mudah agar Membuat Lawan Bicara Tertarik, Senyum hingga Eye Contact!

- Stimulus Fading: Secara bertahap memperkenalkan orang-orang baru ke dalam lingkungan komunikasi yang nyaman.

- Membentuk: Mendorong kemajuan dari komunikasi non-verbal ke kata-kata yang diucapkan.

- Penguatan Positif dan Negatif: Menghargai upaya komunikasi dan tidak memperkuat keheningan.

- Desensitisasi: Mengurangi sensitivitas berbicara dengan menggunakan rekaman suara atau pesan video.

Dalam beberapa kasus, pengobatan mungkin diresepkan untuk anak-anak yang lebih besar, remaja, dan orang dewasa untuk mengatasi kecemasan, terutama bila dikombinasikan dengan terapi perilaku.

Nasihat untuk Orang Tua

Orang tua dapat mendukung anak mereka dengan:

- Menghindari tekanan untuk berbicara.

- Meyakinkan anak dan membiarkan mereka mengambil langkah kecil.

- Memuji upaya komunikasi non-verbal.

- Bukan menghindari situasi sosial tetapi membuatnya lebih nyaman.

- Memberikan kasih sayang, dukungan, dan kesabaran.

Demikian edukasi psikologi menurut pendapat pakar tentang anak remaja yang tiba-tiba mogok bicara.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Mutisme Selektif
# mogok bicara
# pakar
# anak remaja
# edukasi psikologi

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.