AYOJAKARTA.COM - Menuju seratus hari kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, persoalan kesehatan menjadi salah satu hal yang dinilai paling krusial.
Peningkatan penderita kanker dari berbagai macam kategori serta diabetes, merupakan persoalan nyata yang perlu mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto.
Karena itu keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk concern dengan isu kesehatan dan melakukan kunjungan ke China dan Amerika usai resmi bertugas, perlu mendapat apresiasi.
Terlebih karena situasi Indonesia saat ini tengah menghadapi gejolak geopolitik yang memungkinkan terjadinya Perang Dunia ketiga.
Baca Juga: Pencairan KJP Plus November 2024 Ditunda Sementara? Ini Penjelasan dari Kemendagri
Sehingga langkah-langkah preventif terkait potensi terjadinya perubahan situasi politik dunia, tidak berdampak banyak bagi Indonesia.
Pandangan terkait pentingnya penanganan permasalahan kesehatan dan ancaman perang, disampaikan Dokter Tifa saat menjadi narasumber di sebuah siniar.
Mengacu pada kekhawatiran Analis Politik dan Militer Connie Rahakundini, Dokter Tifa secara khusus mengaku mendalami maksud kedatangan Presiden ke Papua usai pelantikan.
Menurut Dokter Tifa, salah satu esensi kunjungan Presiden ke Papua setelah pelantikan adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan.
Baca Juga: iPhone 16 Dilarang Masuk di Indonesia: TKDN Jadi Kendala, Apple Kekeh Minta Tax Holiday!
Disamping potensi kelangkaan sumber daya pangan, hal lain yang mungkin terjadi sebagai akibat langsung dari adanya perang dunia adalah sumber daya energi.
Sehingga wacana Presiden Prabowo tentang pentingnya Food Estate, merupakan bagian dari strategi menyiasati potensi perang dunia serta persediaan makan bergizi gratis.
Terkait dengan kunjungan Presiden Prabowo ke Cina sebelum mengunjungi Amerika, Dokter Tifa menilai karena merupakan bagian dari strategi politik global.
China dan Amerika, oleh sejumlah pengamat disebut-sebut sebagai dua kekuatan besar yang akan terlibat dalam perang dunia.
Membuka dialog dengan kedua pemimpin dari masing-masing negara tersebut, menurut Dokter Tifa bisa menjadi solusi atas sejumlah persoalan bangsa.
Selain kesehatan dan ketahanan pangan, potensi kelangkaan energi, menurut Dokter Tifa menjadi pokok persoalan bangsa Indonesia di masa depan.
Karena itu salah satu persoalan yang juga perlu mendapat perhatian dari banyak pihak terkait ketahanan pangan adalah pentingnya memulai diversifikasi.
Disamping mulai menyiapkan diversifikasi pangan, hal penting yang perlu diperhatikan dalam menghadapi potensi perang dunia ketiga adalah kelangkaan energi.
Menjadi negara dengan curah sinar matahari yang berlimpah, Indonesia menurut Dokter Tifa memiliki peluang untuk mengoptimalkan penggunaan panel surya.
Karena itu Dokter Tifa berharap agar Presiden Prabowo Subianto bisa mengajak rakyat Indonesia menggunakan panel surya.
“Saya usul kepada pemerintah Presiden Prabowo agar setiap rumah penduduk mulai dibekali solar panel,” jelasnya. ***