News

PPPK DKI Jakarta Tembus 4 Ribuan! Intip Statistik 7 Kota dan Kabupaten, Mana yang Paling Banyak?

Oleh: Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp Kamis 24 Okt 2024, 18:16 WIB
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di wilayah Provinsi DKI Jakarta telah mencapai puluhan ribu.

AYOJAKARTA.COM – Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di wilayah Provinsi DKI Jakarta telah mencapai puluhan ribu.

Mereka bekerja di berbagai instansi pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kota/kabupaten administrasi, sesuai bidang atau sektor masing-masing.

Berdasarkan data terbaru dari laman resmi jakarta.bps.go.id per 28 Februari 2024, jumlah total PPPK di Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2023 mencapai 15.631 orang, dengan rincian 10.174 laki-laki dan 5.458 perempuan.

Lalu, daerah mana yang memiliki jumlah PPPK terbanyak di Provinsi DKI Jakarta? Berikut rincian jumlah PPPK di tujuh kota/kabupaten administrasi di Provinsi DKI Jakarta, berdasarkan data BPS Provinsi DKI Jakarta tahun 2024:

Baca Juga: Peserta PPPK 2024 Wajib Tau! Ini Gambaran Besar Prioritas Pelamar yang Lolos Seleksi dan Dinyatakan Lulus

  1. Kepulauan Seribu

    • Kabupaten ini memiliki jumlah PPPK terendah kedua di DKI Jakarta, dengan total 151 orang (55 laki-laki dan 96 perempuan).
  2. Jakarta Pusat

    • Jakarta Pusat memiliki 1.743 PPPK, terdiri dari 665 laki-laki dan 1.078 perempuan.
  3. Jakarta Utara

    • Jumlah PPPK di Jakarta Utara mencapai 2.338 orang (782 laki-laki dan 1.556 perempuan).
  4. Jakarta Barat

    • Jakarta Barat memiliki 3.125 PPPK, terdiri dari 1.124 laki-laki dan 2.001 perempuan.
  5. Jakarta Selatan

    • Dengan 3.267 PPPK, Jakarta Selatan sedikit lebih banyak dibandingkan Jakarta Barat, terdiri dari 1.122 perempuan dan 2.145 laki-laki.
  6. Jakarta Timur

    • Jakarta Timur merupakan kota dengan jumlah PPPK terbanyak, yaitu 4.986 orang (1.693 laki-laki dan 3.293 perempuan).
  7. DKI Jakarta (Provinsi)

    • DKI Jakarta sebagai wilayah provinsi memiliki jumlah PPPK terendah, hanya 21 orang (16 laki-laki dan 5 perempuan).***
Reporter Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp
Editor Tedi Rukmana