AYOJAKARTA.COM – Selain perangkat telekomunikasi, hal lain yang juga menjadi bukti pesatnya perkembangan teknologi adalah taksi terbang.
Dirancang secara khusus untuk membantu mobilitas dan mempermudah penumpang mencapai ke tujuan, taksi terbang menggunakan jalur udara sebagai akses perpindahan.
Meski di sejumlah negara pengoperasiannya terbilang masih relatif jarang, penggunaan layanan taksi terbang di Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan.
Bermula dari pemanfaatan teknologi pesawat nir awak atau drone tempur yang dikembangkan oleh militer, ide mengenai taksi terbang mulai digagas secara global.
Berbeda dengan penggunaan militer yang dirancang secara khusus untuk tujuan spionase atau dukungan kombat udara, teknologi drone difungsikan sebagai transportasi.
Dengan menggunakan prinsip kerja yang sama atau dikendalikan secara daring melalui Pusat Kendali, drone dialih fungsikan menjadi taksi terbang.
Salah satu perusahaan di Indonesia yang telah memperoleh izin dari Pemerintah untuk mengangkut penumpang adalah Prestige Image Motorcars.
Selain fokus dengan penyediaan kendaraan mewah, Prestige saat ini juga tercatat menjadi penyedia alat transportasi udara.
Baca Juga: Dinilai Lambat, Kematian Juliana Marins di Gunung Rinjani akan Dibawa ke Mahkamah Internasional
Adapun varian dari taksi terbang yang telah mendapat ijin untuk mengudara di wilayah udara tertentu Indonesia adalah Ehang 216-s.
Menggunakan komponen atau material elektrik murni, Ehang 216-s memiliki bobot angkut maksimal 220 kilogram untuk menempuh jarak sekitar 35 hingga 60 kilometer.
Berbekal spesifikasi yang dimiliki, Ehang 216-s diketahui memiliki waktu terbang antara 21 hingga 40 menit dengan kecepatan maksimal 130 kilometer per jam.
Seperti hanya pesawat terbang berbahan bakar fosil yang perlu mengganti komponen secara periodik, hal serupa juga berlaku bagi taksi terbang.
Baca Juga: Rundown Jakarta Fair Music Concert Senin, 7 Juli 2025, Ada Sal Priadi!
Karena itu untuk memastikan komponen listrik tetap bekerja secara optimal, sejumlah komponen akan akan dikonversi menjadi biaya pemakaian atau tarif bagi pengguna.
Adapun biaya minimal yang perlu disiapkan oleh pengguna jika ingin merasakan satu kali sensasi mengudara tanpa dukungan Pilot secara konvensional berkisar satu jutaan.
Selain penggunaan sekali tempuh atau sekali terbang, Prestige juga menyiapkan layanan sewa tahunan yang diberlakukan secara khusus bagi kalangan tertentu.
Menurut Rudy Salim selaku Presdir Prestige, layanan sewa tahunan yang diberikan kepada publik figur, pengusaha ataupun perusahaan berfungsi sebagai penunjang efisiensi waktu.
Dengan anggaran tertentu, biaya tersebut telah mencakup biaya perawatan serta Pilot yang mengendalikan drone dari darat.
Pejabat pemerintahan dan publik figur yang telah menandai dimulainya pemanfaatan taksi terbang sebagai moda transportasi masa depan adalah Raffi Ahmad. ***