News

BOBIBOS Survei Lahan untuk Pabrik Bahan Bakar di Jonggol, Produksi di Lembur Pakuan Batal?

Oleh: Desi Kris Selasa 23 Des 2025, 11:48 WIB
Bahan Bakar BOBIBOS (Sumber: Instagram.com/@bobibos_)

AYOJAKARTA.COM - Tim BOBIBOS gerak cepat melakukan survei lahan untuk pembangunan pabrik bahan bakar.

Diketahui, tim BOBIBOS telah melakukan survei untuk lokasi pabrik di kawasan Jonggol, Bogor, Jawa Barat.

Bahkan, melalui akun Instagram @bobibos, pabrik bahan bakar yang terbuat dari jerami itu mulai dibangun pada Jumat (19/12).

Pembangunan pabrik ini untuk memastikan timeline proyek tetap bisa berjalan dengan baik sesuai rencana.

Baca Juga: Berdasarkan Data BPS, Benarkah UMP Jakarta Saat Ini Hanya Sepertiga dari Biaya Hidup Layak Rumah Tangga?

Mencari lokasi untuk pabrik BOBIBOS, apakah produksi bahan bakar di Lembur Pakuan batal?

BOBIBOS menjamin bahwa produksi bahan bakar di Lembur Pakuan tetap berjalan.

Namun hingga kini pihaknya masih menunggu pembangunan pabrik di Lembur Pakuan selesai.

Tim menjelaskan langkah mencari lokasi pabrik di Jonggol ini dilakukan sembari menunggu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyelesaikan lahan di Lembur Pakuan untuk Bio Manufaktur BOBIBOS.

Baca Juga: bank bjb Perkuat Akses Hunian Lewat Akad Massal KPR Sejahtera FLPP Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Bahkan BOBIBOS meminta masyarakat untuk tidak bertanya terkait kapan Lembur Pakuan Launching.

Sebab dari pihaknya sudah siap untuk melakukan produksi.

BOBIBOS meminta masyarakat melontarkan pertanyaan tersebut langsung kepada Dedi Mulyadi.

Sebelumnya, BOBIBOS juga menyampaikan bahwa KDM telah memerintahkan anak buahnya untuk mengebut pembangunan pabrik BOBIBOS.

Baca Juga: bank bjb Gandeng GoTo Financial, Kolaborasi Strategis Perkuat Layanan Bagi Nasabah

Bahkan BOBIBOS berjanji akan mengundang masyarakat dan awak media untuk menyaksikan langsung produksi bahan bakar bensin dan solar dari jerami jika pabrik di Lembur Pakuan sudah bisa digunakan.

Dengan demikian bisa dipastikan pabrik untuk produksi BOBIBOS di Lembur Pakuan akan tetap berjalan.

Hanya saja menunggu waktu untuk proses pembangunan pabrik selesai.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris