AYOJAKARTA.COM - Saat ini masyarakat, khususnya buruh was-was menunggu keputusan final kenaikan UMP Jakarta 2026.
Sambil menunggu pengumuman dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, kita bisa membahas terkait UMP Jakarta 2025.
Diketahui, UMP Jakarta 2025 adalah Rp5,3 jutaan.
Namun angka tersebut kian dipertanyakan relevansinya dengan biaya hidup di Jakarta.
Angka itu dinilai hanya sepertiga dari biaya hidup rumah tangga di ibu kota, benarkah?
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jika biaya hidup rumah tangga di Jakarta rata-rata mencapai sekitar Rp14,8 juta per bulan.
Biaya hidup itu bersumber dari Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 yang dilakukan oleh BPS.
Surveri tersebut berguna untuk mengukur berapa rata-rata biaya konsumsi rumah tanggal per bulan yang terdiri dari dua sampai enam anggota keluarga.
Baca Juga: bank bjb Gandeng GoTo Financial, Kolaborasi Strategis Perkuat Layanan Bagi Nasabah
Angka tersebut termasuk hitungan mulai dari barang dan jasa, baik makanan, non makanan, termasuk rumah, transportasi, pendidikan, kesehatan hingga layanan lainnya.
Dengan demikian bagi para pekerja, penghasilan dengan UMP 2025 yakni Rp5,4 jutaan bukan sebagai rencana masa depan, tapi sekadar sarana untuk bertahan dari gajian ke gajian selanjutnya.
Kondisi ini menunjukkan seperti ada jurang antara standar UMP dan kebutuhan hidup di Jakarta.
Bahkan, secara nominal angka UMP Jakarta 2025 itu belum mencerminkan kebutuhan hidup riil.
Baca Juga: Pahlawan Ekonomi Keluarga, Program PNM Mekaar Ubah Hidup Ibu-Ibu Prasejahtera
Di sisi lain, saat ini masyarakat tengah menunggu pengumuman Pramono Anung terkait kenaikan UMP Jakarta 2026.
Pemerintah sendiri telah memberi batas waktu kepada seluruh Gubernur di Indonesia untuk mengumumkan kenaikan UMP 2026 paling lambat pada 24 Desember 2025.***
Share this article
Dari data BPS menunjukkan jika biaya hidup rumah tangga rata-rata mencapai Rp14 jutaan per bulan, ini tentunya sepertiga dari UMP Jakarta 2025.