News

Pembangunan Hunian Sementara Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang Dikebut 24 Jam, 600 Unit Siap Dihuni Awal Tahun 2026

Oleh: Desi Kris Selasa 30 Des 2025, 20:34 WIB
Hunian Sementara (Huntara) di Aceh Tamiang (Sumber: Instagram @fakta.indo)

AYOJAKARTA.COM - Pemerintah saat ini terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Proyek pembangunan huntara ini dilakukan secara intensif selama 24 jam.

Hal ini dilakukan guna memastikan keluarga yang kehilangan tempat tinggal bisa segera menempati hunian yang layak dan aman.

Rencananya, akan ada 600 unit huntara yang ditargetkan rampung dan siap dihuni pada awal tahun 2026.

Baca Juga: Mengenal VinFast VF3, Mobil Listrik Penantang BYD M6 yang Bakal Diproduksi di Pabrik Subang

Huntara tersebut dibangun di lahan PTPN hasil studi lapangan.

Lokasi hunian tersebut berjarak sekitar 15 kilometer atau 30 menit dari pusat Kota Kuala Simpang.

Lokasi ini tentunya dapat memudahkan warga tetap bisa beraktivitas sambil memulihkan kehidupan.

Dikutip dari akun Instagram @fakta.indo, tujuh BUMN Karya bersinergi untuk menerapkan desain modular agar konstruksi berjalan cepat tanpa mengurangi kekokohan bangunan.

Baca Juga: Layanan Gratis Masuk Tempat Wisata di Jakarta Khusus 3 Kategori Ini, Cek Destinasi dan Syaratnya di Sini

Kawasan hunian sementara ini dirancang dengan layak dan sudah dilengkapi fasilitas pendukung seperti toilet, dapur umum, dan mushola.

Selain itu, proses pembangunan diperkuat dengan adanya mobilisasi tenaga kerja dari wilayah sekitar hingga luar daerah untuk mengejar target penyelesaian.

Ada pula dukungan lintas BUMN yang turut membantu fasilitas lain seperti BBM, PLN menyediakan listrik, dan Telkom menjaga jaringan komunikasi.

Sementara untuk pembiayaan didukung melalui CSR Himbara.

Baca Juga: Malam Tahun Baru 2026, LRT Jakarta akan Beroperasi hingga Jam 02.00 WIB

Proyek hunian sementara ini adalah bagian dari program Danantara untuk membangun total 15.000 unit di berbagai wilayah yang terdampak bencana.

Langkah ini juga menjadi salah satu bukti nyata kehadiran negara dalam memulihkan kehidupan warga.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris