AYOJAKARTA.COM - Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengungkap alasan pemerintah tidak menetapkan banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera sebagai bencana nasional.
Keputusan tersebut sebelumnya sempat menjadi pertanyaan berbagai pihak.
Mengingat dampak bencana yang cukup luas dan menimbulkan ribuan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur.
Baca Juga: Larangan Tanam Kelapa Sawit di Jabar, Surat Resmi Dedi Mulyadi Terbit: Cocoknya Teh-Kopi
Dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kais (1/1), Prabowo menjelaskan alasannya saat rapat terbuka usai meninjau hunian untuk korban bencana di Aceh Tamiang.
Menurut Prabowo, bencana tersebut terkonsentrasi di tiga dari 38 provinsi di Indonesia.
Sehingga penanganan bencana masih bisa dilakukan tanpa status nasional.
"Masalah ini berdampak di 3 provinsi. Masih ada 35 provinsi lain. Jadi kalau sementara kita, 3 provinsi ini kita sebagai bangsa, sebagai negara kita mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional," ujar Prabowo.
Baca Juga: Fitur Baru WhatsApp: Stiker Eksklusif dan Efek Video Call Spesial Tahun Baru 2026
Ia menegaskan, bukan berarti tidak adanya status bencana nasional menandakan bantuan yang diberikan belum maksimal.
Dengan tegas, Prabowo mengatakan bahwa apa yang dilakukan pemerintah saat ini sudah sangat all out untuk menanggulangi situasi pasca bencana.
Prabowo juga menyebut sekitar 10 menteri telah diterjunkan ke Aceh dan pemerintah akan terus memantau langsung serta membantu daerah terdampak.
"Kita memandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu. Kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi ini," tegasnya.***