AYOJAKARTA.COM – Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar pada Senin, 2 Februari 2026, Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung peran pihak asing dalam sejumlah aksi unjuk rasa.
Prabowo menyebut ada beberapa pihak yang tidak menyukainya sehingga melakukan berbagai aksi demonstrasi. Meski demikian, ia menegaskan tidak melarang aksi unjuk rasa, selama dilakukan secara damai dan sesuai aturan.
Namun, ia merasa ada kelompok tertentu yang justru menginginkan terjadinya kerusuhan.
Baca Juga: Pilu Kasus Viral Siswa SD Gantung Diri di NTT, Mensos: Kita Harus Perkuat Data
“Kalau tidak suka Prabowo, silakan 2029 bertarung, sedikit-sedikit mau demo,” pungkasnya dalam pidato yang dikutip ayojakarta.com dari YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu, 4 Februari 2026.
Lebih lanjut, Prabowo menyinggung aksi unjuk rasa yang dinilainya berbahaya, seperti pembakaran fasilitas dan penggunaan bom molotov.
“Kelompok-kelompok ini sadar atau tidak sadar, saya yakin dikendalikan kekuatan asing, yakin saya, dan saya punya bukti,” pungkasnya.
Walaupun begitu, dalam kesmepatan tersebut Prabowo tidak memberikan bukti mengenai adanya keterlibatan pihak asing seperti yang ia sebutkan.
Baca Juga: Bibit Siklon Tropis 98P Diperkirakan Akan Berdampak di Indonesia, BMKG Beri Peringatan
Berikut beberapa aksi demo besar di zaman pemerintahan Prabowo Subianto:
1. Februari 2025: Aksi unjuk rasa "Indonesia Gelap" kritik masyarakat terhadap kebijakan anggaran pemerintah
2. Agustus 2025: Terkait tunjangan DPR dan kasus pelindasan Affan Kurniawan oleh Brimob Polisi.
3. Aksi unjuk rasa terkait kebebasan berpendapat dan penegakan hukum dengan adanya tahanan politik.***