AYOJAKARTA.COM - Viral di media sosial kasus gantung diri yang dilakukan oleh siswa laki-laki kelas 4 SD di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kasus pilu bunuh diri ini, diduga akibat korban kecewa tidak dibelikan buku tulis dan pulpen untuk keperluan sekolah.
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa menjelaskan kronologi dari kasus ini yakni korban berinisial YBR meminta uang untuk dibelikan buku tulis dan pulpen.
Namun sang ibu yang dalam keadaan ekonomi sulit sebagai ibu tunggal dengan 5 anak tidak bisa memenuhi keinginan sang korban.
YBR diketahui setiap harinya tinggal bersama sang nenek.
"Pengakuan ibunya korban minta uang beli buku tulis dan pulpen sebelum meninggal," ujar Dion dikutip dalam keterangan resmi pada Rabu, 4 Februari 2026.
Sebagai informasi YBR ditemukan tewas gantung diri di pohon cengkih pada Kamis, 29 Januari 2026.
Pihak kepolisian diketahui menemukan sepucuk surat di TKP dalam bahasa Bajawa yang artinya jika ditermahkan:
"Surat buat mama
Mama saya pergi dahulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya mama
Tidak perlu mama menangis dan mencari saya
Selamat tinggal mama"
Baca Juga: Pekan Depan, Transjakarta Bakal Buka Rute Baru Blok M-Bandara Soetta
Menanggapi kasus ini, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul turut berduka cita.
"Tentu kita prihatin dulu ya dan turut berduka," ujar Gus Ipul.
Lebih lanjut Gus Ipul menilai pentingnya penguatan data sosial dan pendampingan bagi keluarga rentan agar jangkauan program pemerintah bisa dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
"Ya tentu bersama pemerintah daerah, kita harus perkuat pendampingan, perkuat data kita," pungkasnya.***

Share this article
Viral di media sosial kasus gantung diri yang dilakukan oleh siswa laki-laki kelas 4 SD di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).