AYOJAKARTA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi pada 14 hingga 17 Februari 2026.
BMKG menyatakan bahwa potensi gelombang tinggi ini bisa terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
Dalam keterangannya, BMKG menyebut kecepatan angin di utara Indonesia bisa mencapai 20 knot.
"Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari timur laut hingga timur dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot," tulis BMKG dalam keterangannya.
Sedangkan di wilayah selatan bisa mencapai 3-25 knot.
Sehingga hal ini berpotensi meningkatkan tinggi gelombang secara signifikan.
Berdasarkan analisis BMKG, beberapa wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi 1,25-2,5 meter antara lain:
- Laut Natuna Utara
- Selat Malaka bagian utara
- Samudra Hindia barat Aceh
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
- Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur
- Samudra Hindia selatan Bali
- Samudra Hindia selatan NTB
- Samudra Hindia selatan NTT
- Laut Flores
- Laut Sawu
- Laut Sumbawa
- Selat Makassar bagian selatan
- Selat Makassar bagian utara
- Laut Sulawesi bagian barat
- Laut Sulawesi bagian tengah
- Laut Sulawesi bagian timur
- Laut Maluku
- Laut Banda
- Samudra Pasifik utara Maluku
- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
- Samudura Pasifik utara Papua Barat
- Samudara Pasifik utara Papua
- Laut Arafuru bagian barat
- Laut Arafuru bagian tengah
- Laut Arafuru bagian utara
- Laut Arafuru bagian timur
Baca Juga: Bio Manufaktur Bobibos di Timor Leste Akhirnya Selesai, Waktu Launching Semakin Dekat
Sedangkan potensi tinggi gelombang 2,5-4,0 meter:
- Samudra Hindia barat Nias
- Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Samudra Hindia barat Lampung
- Samudra Hindia selatan Banten
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat
Masyarakat bisa terus memantau informasi cuaca maritim terbaru melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs web dan media sosial resmi, guna mendapatkan pembaruan kondisi terkini.
BMKG menegaskan peringatan dini ini bertujuan sebagai langkah antisipasi agar risiko kecelakaan laut dan kerugian akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan selama periode 14–17 Februari 2026.***