AYOJAKARTA.COM - Inovasi energi terbarukan asal Indonesia, Bobibos (Bahan Bakar Orisinil Buatan Indonesia Bos), selangkah lagi resmi beroperasi di Timor Leste.
Setelah melalui riset mandiri selama 10 tahun, pabrik Bio Manufaktur Bobibos di Bumi Lorosae dinyatakan rampung dan siap mengubah wajah industri energi regional pada Februari 2026.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh pihak pengelola melalui unggahan media sosial pada Jumat (13/2/2026).
Dalam postingan tersebut, terungkap perjuangan besar di balik layar demi menghadirkan energi baru ini.
"Setelah berminggu-minggu meninggalkan anak istri di rumah. Ribuan kilometer ditempuh. Alhamdulillah akhirnya engineer kami telah menyelesaikan Bio Manufaktur BOBIBOS Timor Leste. Kini hanya tinggal menunggu kedatangan kontainer yang dalam proses pengiriman dari Indonesia," tulis pengelola Bobibos.
"Isinya, mesin-mesin yang kami rancang untuk mengubah cairan organik di Bio Manufaktur menjadi bahan bakar BOBIBOS bensin dan solar. Energi murah dan ramah lingkungan segera hadir untuk rakyat Timor Leste," sambungnya lagi.
"Terima kasih untuk para engineer kami yang telah bekerja keras. Rela meninggalkan anak dan istri di rumah. Perjuangan kita tidak akan sia-sia. Bismillah, tetap semangat, terus berjuang hadirkan energi baru," pungkasnya.
Kehadiran Bobibos di Timor Leste bukan sekadar uji coba. Sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) khusus telah dibangun di wilayah Timor Leste dan siap menjadi lokasi peluncuran perdana.
Menariknya, Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao, dijadwalkan hadir langsung untuk meresmikan operasional SPBU tersebut.
Masyarakat Timor Leste akan menjadi yang pertama di dunia yang mencicipi bahan bakar berbasis jerami yang diklaim setara dengan RON 98, namun dengan emisi rendah dan harga yang kompetitif.
Langkah ekspansi Bobibos ke Timor Leste tergolong sangat strategis. Negara tetangga tersebut sedang menghadapi tantangan ekonomi serius setelah berhentinya produksi ladang migas Bayu Undan pada Juni 2025.
Menurut pengamat ekonomi Bennix, pendapatan negara Timor Leste anjlok drastis dari USD 86 juta menjadi hanya USD 6 juta.
Di tengah ancaman krisis fiskal ini, Bobibos hadir sebagai angin segar melalui solusi energi mandiri berbasis limbah pertanian.
Teknologi Bobibos melibatkan proses yang presisi, mulai dari tahap crushing dan powdering jerami kering, hingga proses fermentasi menggunakan serum khusus.
Namun, di balik kesuksesan di luar negeri, terselip kisah miris. Inovasi karya anak bangsa ini justru belum bisa dinikmati di Indonesia.
Pembangunan pabrik di Lembur Pakuan, Subang, masih terhambat kendala teknis penyiapan lahan dan bangunan.
Kini, fokus utama tim adalah memastikan proses instalasi mesin dari kontainer Indonesia berjalan lancar agar launching Februari 2026 dapat terealisasi tepat waktu.***
Share this article
Bobibos, BBM jerami RON 98 karya anak bangsa, siap launching di Timor Leste Februari 2026. Dihadiri Xanana Gusmao, inovasi ini jadi solusi krisis energi meski pabrik di Indonesia masih terkendala.