AYOJAKARTA.COM - Berbagai antisipasi dilakukan oleh negara tentangga seperti Myanmar hingga Filipina dalam menghadapi krisis BBM akibat perang konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah, bagaimana dengan Indonesia?
Seabagi informasi Filipina dan Myanmar diketahui mengendalikan konsumsi BBM dengan pangkas jam kerja atau WFH bagi masyarakatnya.
Baca Juga: Prediksi Cuaca DKI Jakarta Hari Ini, BMKG: 5 Wilayah Kompak Diguyur Hujan Siang Hari
Hal ini sebagai bentuk antisipasi karena impo minyak sedang tersendat akibat Selat Hormuz yang saat ini menjadi jalur utama sedang sulit dilewati Dan memiliki protokol yang ketat.
Menanggapi ketersediaan yang hanya kurang dari 20 hari untuk BBM Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia Masih mengkaji langkah yang tepat bagi Indonesia.
"Kita lagi melakukan exercise, apa yang dilakukan oleh negara lain itu kan tergantung kondisi masing-masing negara," ujarnya.
Lebih lanjut, Bahlil menyebutkan saat ini sedang mempercepat program biodiesel hingga campuran 50% atau B50 untuk mengantisipasi kondisi BBM yang saat ini dimiliki Indonesia.
"Kita akan blending untuk diesel antara B0 dengan B40 sekarang menjadi B50," pungkasnya dalam keterangan resmi yang dikutip ayoojakarta.com pada Selasa, 10 Maret 2026.
Bahlil pun optimis bahwa untuk ketersediaan BBM menjelang Ramadan dan lebaran 2026 ini akan terdcukupi.***