AYOJAKARTA.COM - Usai kasus tragedi longsor sampah di TPST Bantargebang, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup mulai mengoperasikan RDF Plant Rorotan.
Pengoperasian RDF Plant Rorotan menjadi salah satu upaya untuk menjaga stabilitas sistem pengelolaan sampah di ibu kota.
“RDF Plant Rorotan mulai dioperasikan dengan kapasitas awal sekitar 300 ton per hari dan akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 750 ton per hari dalam pekan ini, kemudian akan ditingkatkan 1.000 ton per hari.” ujarnya, Rabu (11/3).
Baca Juga: Antisipasi Kasus Lonjakan Campak, Dinkes DKI Sebut Jakarta Tidak Ada Kasus Positif
Sebagai informasi, saat ini pelayanan pembuangan sampah di TPST Bantargebang tetap berlangsung melalui Zona 1, Zona 2, dan Zona 5 dengan kapasitas sekitar 4.000 ton per hari.
Sementara itu, Zona 4 Besar masih dalam proses perapihan pasca longsor. Asep menyampaikan, zona tersebut akan kembali dioperasikan dengan tambahan kapasitas sekitar 1.500 ton per hari setelah proses penataan selesai.
Selain RDF Plant Rorotan, pengolahan sampah dilakukan di RDF Plant Bantargebang dengan kapasitas sekitar 800 ton per hari serta di fasilitas PLTSa Merah Putih dengan kapasitas sekitar 100 ton per hari.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah 11 Maret 2026 dan Salat Hari ke-21 Ramadhan DKI Jakarta
“Melalui skema tersebut, total sampah yang dapat tertangani hingga akhir pekan ini diperkirakan mencapai sekitar 6.700 hingga 7.150 ton per hari,” ungkapnya.
Asep menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga layanan publik tetap berjalan sekaligus mempercepat pemulihan operasional di TPST Bantargebang.
Kasus longsor sampah TPST Bantargebang yang terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 diketahui menewaskan 7 orang yang terdiri dari pedagang, pemulung hingga sopir truk.***