AYOJAKARTA.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) kembali jadi sorotan, setelah isu anggaran IT yang mencapai Rp1,2 triliun.
Anggaran IT ini disebut untuk Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) serta managed servuce sarana IT dan Internet of Things (IoT).
Mengenai hal ini, Kepala BGN Dadan Hindayana menyebutkan bahwa anggaran tersebut termasuk pada anggaran tahun 2025 dan sudah mengacu pada regulasi.

Perum Peruri (PERURI) diketahui terlibat dalam proyek ini.
Menurut Dadan PERURI sendiri sudah bertransformasi menjadi perusahaan teknologi high security dan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2019 yang memberikan wewenang kepada PERURI sebagai penyedia solusi digitan sekuriti bagi instansi pemerintah.
Dadan pun menyebutkan anggaran saat ini difokuskan kepada dua kebutuhan krusial yakni mengembangkan SIPGN nominal Rp550 miliar dan menyediakan layanan managed service perangkat IoT senilai Rp199 miliar.
"BGN berkomitmen agar sistem SIPGN dan layanan IoT dapat beroperasi maksimal," pungkasnya.***