News

May Day 1 Mei 2026: 50 Ribu Buruh dari KSPI Siap Ikuti Perayaan di Kawasan Monas

Oleh: Desi Kris Kamis 30 Apr 2026, 08:37 WIB
Presiden KSPI sekaligus Partai Buruh, Said Iqbal. (Sumber: Instagram @kspi_citu)

AYOJAKARTA.COM - Sekitar 50 ribu buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan mengikuti peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Presiden KSPI sekaligus Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan bahwa puluhan ribu buruh tersebut berasal dari berbagai daerah di Jabodetabek dan sejumlah wilayah industri lainnya.

Mulai dari Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung Raya dan sebagian Cirebon Raya juga masa yang berasal dari Serang, Cilegon dan Cianjur serta Sukabumi.

Mereka akan berkumpul sejak pagi hari untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dipusatkan di kawasan Monas.

Presiden Prabowo Subianto, rencananya juga dijadwalkan hadir dalam acara tersebut untuk mendengar aspirasi dari para buruh.

Said mengatakan hal ini ditetapkan setelah KSPI dan Partai Buruh menggelar pertemuan dengan Prabowo pada Selasa (28/4).

“KSPI dengan didukung oleh Partai Buruh memutuskan untuk mengadakan perayaan May Day bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto dan teman-teman serikat buruh lainnya di Monas," ujar Said saat konferensi pers, Rabu (29/4).

Ia juga menyampaikan bahwa massa yang hadir di Monas bisa saja mencapai ratusan ribu orang dari berbagai serikat pekerja di luar KSPI.

Awalnya, aksi May Day ini akan digelar di depan Gedung DPR RI.

Namun, kata Said rencana tersebut diubah setelah ada kesepakatan bertemu dengan Presiden Prabowo.

Said mengatakan, dalam pertemuannya dengan Prabowo KSPI menyampaikan 11 isu atau tuntutan buruh kepada pemerintah.

“Dari 11 isu atau 11 harapan yang dibawa oleh KSPI yang didukung oleh Partai Buruh ada beberapa isu yang krusial yang sangat penting bagi buruh Indonesia dijawab dan ditegaskan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto," katanya.

Menurutnya, aksi May Day ini bukan sekadar perayaan seremonial, tapi juga sebagai momentum untuk menyampaikan aspirasi buruh kepada pemerintah.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris