AYOJAKARTA.COM - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah komitmen penting di hadapan ratusan ribu buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5).
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui berbagai program strategis, apa saja?
1. Program Kepemilikan Rumah dengan Tenor hingga 40 Tahun
Salah satu janji yang disampaikan adalah, Prabowo akan menghadirkan program kepemilikian rumah bagi kaum buruh dengan harga terjangkau dan skema cicilan hingga 40 tahun.

“Saudara-saudara, tadi saya mengatakan penghasilan 30 persen untuk kontrak (rumah). Nanti, kita akan yakinkan, saudara nanti akan miliki rumah tersebut,” ujar Prabowo dikutip dari kanal YouTube Sekretarian Presiden.
Prabowo mengatakan buruh nantinya bisa mengalokasikan pendapatnnya untuk membeli rumah sendiri.
“Dari yang tadi 30 persen untuk kontrak, kita kurangi, itu adalah untuk cicil rumahmu sendiri,” tambahnya.
Nantinya, tenor cicilan program kepemilikan rumah ini akan dibuat fleksibel sesuai dengan kemampuan para buruh.
Prabowo mengatakan tenor cicilan bisa 20-40 tahun.
Ia pun akan menyiapkan satu juta rumah bagi kaum buruh.

"Tadi juga disampaikan bahwa buruh sangat memerlukan rumah, rumah yang terjangkau, kita sudah membangun cukup banyak tahun ini, sudah sampai 350 ribu rumah, tapi sasaran kita adalah minimal 1 juta rumah. Kita akan mulai tahun ini juga 1 juta rumah," cetusnya.
2. Potongan Komisi Ojol Harus di Bawah 10 Persen
Selain itu, Prabowo juga mengambil sikap tegas soal beban potongan komisi kepada ojel online.
Potongan komisi tersebut disetorkan pengemudi ojol kepada aplikator.
Menanggapi hal ini, Prabowo pun dengan tegas menolak skema setoran 20 persen yang diterapkan perusahaan aplikator.
"Saudara-saudara, ojol. Ojol kerja keras, ojol mempertaruhkan jiwanya setiap hari, ojol aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Gimana ojol, setuju 20 persen," tanya Prabowo.

Pertanyaan itu, sontak saja dijawab serentak oleh para ojol dengan kata "tidak".
Prabowo lantas kembali menawarkan potongan 1 persen, dan para ojol pun masih belum setuju.
"Berapa? 10 (persen)? kalian minta 10 pesen? iya?," tanya Prabowo lagi.
Namun, Prabowo sendiri tidak setuju jika potongan komisi itu 10 persen.
Ia dengan tegas meminta bahwa potongan komisi para ojol ini harus di bawah 10 persen.
"Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen, harus di bawah 10 persen," katanya.

Prabowo menilai permintaan potongan komisi sebesar 20 persen ini tidak adil.
Menurutnya, selama ini para ojol yang sudah bekerja keras di lapangan justru harus memberikan porsi keuntungan yang besar kepada pemilik aplikasi.
3. Daycare untuk Anak Buruh
Tak cuma itu, Prabowo juga berjanji akan membangun tempat penitipan anak atau daycare bagi anak para buruh.
"Tadi disampaikan bahwa buruh perlu tempat penitipan anak, daycare. Ini saran yang baik. Ini akan kita perjuangkan," paparnya.
Bahkan, Prabowo berjanji akan menindaklanjuti rencana ini dalam waktu dekat.
Sebelumnya, usulan ini disampaikan oleh Ketum Konfederasi Persatuan Buruh Ilhamsyah.
Ilhamsyah menyampaikan aspirasinya terkait daycare di lingkup industri.
Sebab, masih banyak buruh yang merasa bingung saat bekerja karena anak mereka tidak ada yang menjaga.
"Kami berharap negara hadir untuk membuat daycare di tempat-tempat kawasan-kawasan industri, di pemukiman-pemukiman buruh, agar anak-anak buruh bisa hidup layak, agar anak-anak buruh bisa tumbuh kembang dengan baik," ucap Ilhamsyah.

4. Kota Baru dengan 100 Ribu Rumah Susun dan Berbagai Fasilitas
Prabowo juga menargetkan adanya kota baru yang akan dibangun 100 ribu rumah susun.
Kota baru ini nantinya akan memiliki berbagai fasilitas yang dibutuhkan kaum buruh, mulai dari fasilitas sekolah, olahraga, daycare, hingga transportasi.
"Kita akan bikin kota-kota baru. Setiap kota mungkin terdiri dari 100 ribu rumah susun, dan saya perintahkan harus ada sekolah, harus ada fasilitas olahraga, harus ada daycare, harus ada rumah sakit dan yang paling penting harus ada transportasi entah kereta api ringan, bis, supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar dan baik," lanjutnya.
Buruh juga akan diberi kartu untuk naik transportasi dengan harga terjangkau.***