AYOJAKARTA.COM - Akhir-akhir ini, media sosial dihebohkan dengan jejak digital atau cuitan-cuitan akun kaskus yang bernama “Fufufafa”.
Akun Fufufafa tersebut merupakan sebuah akun kaskus yang sampai saat ini masih diduga milik wakil presiden terpilih 2024-2029 sekaligus mantan Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka.
Akun Fufufafa tersebut viral karena postingannya yang banyak menuliskan tentang Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto dan keluarganya.
Selain itu, akun tersebut juga membuat postingan yang dinilai melecehkan sejumlah artis di Indonesia seperti Syahrini.
Akun kaskus tersebut sudah memposting yang dinilai sudah menghina Prabowo Subianto dan keluarganya tersebut sejak tahun 2014 silam. Sampai saat ini pemilik pasti akun Fufufafa itu belum diketahui.
Diduga banyak dampak yang ditimbulkan akibat adanya skandal Fufufafa. Lalu, mengapa tidak ada lembaga survei yang membuat opini publik tentang dampak dari skandal Fufufafa tersebut?
Menurut Pengamat Politik, Rocky Gerung tidak adanya hal tersebut dikarenakan dugaan awal tentang akun Fufufafa ini hanya akan berhenti sebagai olok-olok kecil dan sederhana.
“Dugaan awal bahwa kasus ini akan berhenti mungkin sebagai ya olok-olok kecil, olok-olok sederhana dari dua, tiga orang netizen yang iseng saja” ucap Pengamat Politik, Rocky Gerung, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Rocky Gerung Official, pada Rabu, 18 September 2024.
Pengamat Politik tersebut mengatakan namun, ternyata skandal akun Fufufafa ini menjadi serius karena dikaitkan langsung dengan Kaesang Pangarep.
“Ternyata ini jadi serius karena langsung dihubungkan dengan peristiwa saudara Kaesang kasus private jet itu yang juga sekarang tetap dijadikan talk of the town pembicaraan di semua sudut kota” ujarnya.
Menurutnya, karena Gibran Rakabuming Raka tersebut merupakan wakil presiden terpilih maka banyak masyarakat yang menyorotinya.
“Tapi mungkin karena Gibran itu langsung ada di dalam posisi officiial yaitu sebagai wakil presiden maka arah penghakiman itu, sebut saja penghakiman dalam petik pada wataknya Gibran ini melampaui penghakiman Kaesang dan istrinya itu tapi ini juga satu paket yaitu memusingkan Keluarga pak Presiden Jokowi oke juga dengan pak presiden Prabowo” katanya.
Rocky Gerung mengatakan bahwa saat ini lembaga-lembaga survei tidak ada yang berani lagi untuk melakukan survei opini publik apakah percaya dengan Fufufafa ini.
“Orang-orang Jokowi enggak mampu atasi soal ini kan di mana-mana isu tentang upaya untuk menghalangi meluasnya isu Fufufafa Ini. Akhirnya tidak bisa ditahan oleh mereka yang mungkin digaji oleh istana untuk menghalangi melebarnya isu ini, tidak mungkin lagi yang mereka pernah andalkan opini publik akan diubah” ucapnya.
“Misalnya disurvei ‘apakah mereka percaya pada Fufufafa enggak ada yang berani itu lembaga-lembaga survei yang disewa oleh negara yang biasa dilanggani oleh negara itu enggak ada yang mampu untuk menerangkan apa sebetulnya masalah di belakang ini” kata pengamat politik tersebut.
Menurut pengamat politik tersebut, masyarakat sebenarnya hanya ingin melihat masa depan Presiden Jokowi lewat kasus Gibran Rakabuming ini.
“Jadi sebetulnya orang akhirnya jadikan ini semacam seri atau ya drama seri, drama politik seri yang isinya adalah keinginan sensasional untuk melihat masa depan Pak Jokowi melalui kasus Gibran” tutupnya.***