AYOJAKARTA.COM - Per September 2024, data terbaru mengenai prevalensi stunting nasional di Indonesia menunjukkan penurunan yang signifikan.
Sebagai informasi, Stunting adalah kondisi pertumbuhan pada anak yang tidak optimal, biasanya diukur dengan tinggi badan yang lebih pendek dari standar yang sesuai usia mereka.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kekurangan gizi dalam jangka waktu panjang, terutama dari masa kehamilan hingga usia dua tahun.
Dikutip dari Indonesiabaik.id pada Selasa (17/09/2024) prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2024 menargetkan pada angka 14%.
Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) melaporkan bahwa pada tahun 2023 berada di angka 21,5 dengan penurunan sebesar 0,8 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya prevalensi stunting yang berada pada angka 21,6%.
Angka ini merupakan penurunan yang signifikan dari tahun ke tahun dan menunjukkan ada kemajuan dalam upaya penanggulangan stunting.
Kendati demikian, angka ini ternyata masih belum memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni di bawah 20%.
Maka dari itu, dalam rangka menurunkan angka stunting di Indonesia, Pemerintah Indonesia bersama berbagai organisasi non-pemerintah, serta masyarakat, terus bekerja keras untuk mengatasi masalah stunting melalui berbagai program dan inisiatif kesehatan, gizi, dan sanitasi.
Upaya-upaya ini diharapkan dapat terus menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Indonesia.
Seperti yang kita ketahui, Stunting merupakan tantangan besar yang memerlukan pendekatan menyeluruh dan koordinasi antara berbagai sektor untuk menanggulanginya.
Dengan upaya kolaboratif ini, sebisa mungkin Pemerintah Indonesia dapat mengurangi prevalensi stunting dan meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan anak-anaknya.