AYOJAKARTA.COM – Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) yang akan berkompetisi di Pilgub Jakarta 2024 mengklaim akan melanjutkan program gubernur sebelumnya, Anies Baswedan.
Meski komitmen untuk melanjutkan, tak bisa dipungkiri akan ada kemungkinan pihak yang memandang program yang sudah dijalankan Anies Baswedan dianggap positif dan tidak.
Selain itu, tak menutup kemungkinan Ridwan Kamil-Suswono akan membentuk kebijakan otentik.
Juru Bicara RIDO, Angkie Yudistia mengatakan bahwa melanjutkan program Anies bukan berarti tak ada kebaruan yang dilakukan pihaknya.
Baca Juga: Pasangan Pramono Anung Janji Bikin 'Jakmania Center' di JIS, Ingin seperti Old Trafford
Justru, Angkie Yudistia menyebut bahwa ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan sinergi.
“Kita harus saling bersinergi, karena sesuatu yang baik kenapa tidak untuk kita lanjutkan? Bukan berarti kita berbeda kita tidak memiliki visi misi yang sama, RIDO ini kita memiliki timses yang pengalaman di bidangnya, yang punya gagasan visi misi yang sesuai dengan kapasitasnya,” kata Angkie Yudistia dikutip ayojakarta.com dari YouTube TV One News pada Jumat (13/9/2024).
Angkie menjelaskan bahwa saat ini pihaknya berusaha berdiskusi untuk membahas gagasan ketika Jakarta tak lagi berstatus sebagai ibu kota.
Menurutnya, perubahan status Jakarta yang tak lagi ibu kota merupakan kebaruan dan pihaknya mencoba untuk adaptif.
Baca Juga: Kubu Ridwan Kamil-Suswono Pastikan Program Ahok-Anies Dilanjutkan Jika Menang Pilgub Jakarta 2024
Angkie memastikan pihaknya akan melanjutkan program gubernur terdahulu agar masyarakat tak bingung.
“Kalau yang lama kita pasti teruskan supaya warga itu tidak terlalu bingung dengan program-program yang baru. Tapi kita tentu yakin kita mengadaptif ketika Jakarta tidak lagi menjadi ibukota dan kita harus punya gagasan, visi misi yang kita sesuaikan dengan kebutuhan warga,” jelasnya.
Angkie menerangkan Ridwan Kamil pernah membahas soal hunian vertikal, salah satu program peninggalan Anies.
Menurut Ridwan Kamil, hunian vertikal menjadi solusi bagi masyarakat Jakarta yang ingin memiliki rumah.
Baca Juga: Ridwan Kamil Janjikan Rp200 Juta untuk Setiap RW Jika Jadi Gubernur Jakarta, Jubir Ungkap Tujuannya
Sebab, saat ini banyak masyarakat yang memiliki KTP Jakarta harus bergeser lantaran tak sanggup membeli hunian di Jakarta.
Pasalnya, saat ini harga rumah di Jakarta memiliki nilai fantastis dan banyak milenial yang kesulitan hunian.
“Jadi tidak hanya melanjutkan, tapi juga ada perubahan supaya untuk menuju Indonesia emas di 2045. Kita-kita yang zilenial ini punya harapan baru karena Jakarta itu di mana kita bekerja, untuk kita mendapatkan nafkah kita. Nah, jadi bukan berarti kita tidak ada kebaruan, tetapi sinergi melakukan perubahan dengan melanjutkan,” tutupnya.***