AYOJAKARTA.COM - Presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto menghadiri penutupan Kongres ke-VI PAN yang digelar di Hotel Indonesia Kempinski, pada Sabtu, 24 Agustus 2024.
Prabowo Subianto di sana termasuk salah satu tamu undangan di dalam kongres tersebut. Selain menjadi tamu undangan, Prabowo juga menyampaikan pidato di acara kongres tersebut.
Di dalam pidatonya tersebut, Prabowo Subianto menyampaikan hal yang mengejutkan yakni menyinggung tentang orang-orang yang haus akan kekuasaan.
Apakah kalimat tersebut menyindir Presiden Jokowi yang akhir-akhir ini diduga masih ingin terus cawe-cawe kekuasaan?
Menanggapi pidato Prabowo Subianto itu, Pengamat Politik, Rocky Gerung menyampaikan kalimat pendek yang disampaikan oleh presiden terpilih tersebut ada maksud tersendiri dan ini merupakan pertama kali ia mengucapkan kalimat semacam ini.
“Ya benar saya kira kalimat pendek Pak Prabowo itu ‘siapa yang haus kekuasaan’ dia akan merusak bangsa kalimat pendek itu pasti punya implikasi panjang, karena kita mesti terangkan atau pahami itu atau berupaya pahami itu dalam konteks ketegangan politik hari-hari ini” ucapnya.
“Dan ini saya kira pertama kali Prabowo mengucapkan semacam refleksi terhadap peristiwa yang sudah 3 hari ini berlangsung yaitu krisis konstitusional yang menimbulkan gelombang protes di seluruh Indonesia itu” lanjutnya, dikutip dari Youtube Rocky Gerung Official, pada Minggu, 25 Agustus 2024.
Pengamat Politik tersebut menyampaikan apa yang dikatakan Prabowo Subianto dalam pidato tersebut harus menimbulkan perubahan mindset di dalam rezim hari ini.
“Tetapi ada hal yang juga harus diterangkan yaitu bahwa apa yang ingin diucapkan oleh Prabowo harusnya menimbulkan atau harus menimbulkan konsekuensi politik yaitu perubahan mindset di dalam rezim hari ini yang memang sedang menuju Akhir itu” ujarnya.
Menurut Rocky Gerung, apa yang disampaikan oleh Prabowo Subianto tersebut ada maksud tersendiri.
“Jadi kalau Pak Prabowo mengingatkan itu, pasti ada konteksnya yaitu konteks supaya dalam hari-hari terakhir kekuasaan hari ini jangan rakuslah atau jangan betah di dalam kursi dan tidak ingin berbagi dengan rakyat dan hak-hak rakyat yang dirampas hari ini” Kata Rocky.
“Justru yang menjadi alasan mengapa demonstrasi itu masih akan berlanjut” sambungnya.
Ia menegaskan yang dikatakan presiden terpilih tersebut merupakan kritik halus terhadap kondisi bangsa saat ini yang masih dipimpin oleh Presiden Jokowi.
“Jadi sebetulnya ini semacam kritik halus juga dari Pak Prabowo terhadap kondisi bangsa ini yang sekarang ini tentu masih dipimpin oleh Presiden Jokowi” ujar Rocky.
“Dan itu sebetulnya musti Kita dalilkan sejak hari ini bahwa niat Pak Prabowo untuk memuliakan rakyat harusnya menumbuhkan optimisme bahwa kerusakan-kerusakan sebelumnya di rezim sebelumnya yang secara terus terang, kita sebut rezim Pak Jokowi itu harus diperbaiki oleh Prabowo” tutupnya.***